ESTIMASI KONSENTRASI SEBARAN EMISI GAS MERKURI AKIBAT PROSES PEMBAKARAN AMALGAM MENGGUNAKAN MODEL GRAL
Nabilah Rizki, Dr. Joko Wintoko, S.T., M.Sc.;Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D.
2024 | Tesis | MAGISTER TEKNIK PENGENDALIAN PENCEMARAN INDUSTRIAL
Pemodelan dispersi
merkuri di atmosfer merupakan tantangan kompleks yang memerlukan pendekatan
ilmiah canggih untuk memahami pola sebaran dan dampaknya, terutama dalam
konteks pertambangan emas skala rakyat. Penelitian ini menggunakan Graz
Lagrangian Model untuk memodelkan dispersi gaseous elemental mercury (GEM) pada
bulan Agustus 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecepatan dan arah angin
mempengaruhi pola dispersi secara signifikan. Pada kondisi angin maksimum (17
Agustus) dengan kecepatan angin mencapai 4.5 m/s, partikel GEM menyebar secara
horizontal hingga 700 meter dari sumber dengan konsentrasi yang lebih rendah
dibandingkan dengan kondisi angin moderat (10 Agustus) dan minimum (20 Agustus)
yang masing-masing memiliki kecepatan angin 2.8 m/s dan 1.3 m/s. Konsentrasi
tertinggi ditemukan di area yang dilalui angin dari timur laut ke barat daya.
Pemukiman dalam radius 700 meter dari titik sumber mengalami konsentrasi GEM
tertinggi, dengan nilai puncak 0.457 kg/jam pada beban emisi tinggi, sementara
persawahan dan sungai juga terdampak meskipun konsentrasinya lebih rendah.
Durasi simulasi berpengaruh signifikan terhadap distribusi konsentrasi:
simulasi jangka pendek menunjukkan konsentrasi tinggi dekat sumber, sementara
simulasi jangka panjang (satu minggu hingga satu bulan) menunjukkan distribusi
yang lebih merata dengan konsentrasi rata-rata 0.228 kg/jam. Hasil ini
menekankan pentingnya mempertimbangkan variabel seperti beban emisi, arah
angin, dan karakteristik lokal dalam penilaian sebaran polutan atmosfer serta
memberikan dasar ilmiah untuk perencanaan pengelolaan lingkungan dan mitigasi
risiko kesehatan. Studi ini memberikan panduan praktis untuk kebijakan
lingkungan yang lebih efektif dan perlunya tindakan mitigasi berbasis data.
Atmospheric mercury
dispersion modeling is a complex challenge that requires advanced scientific
approaches to understand distribution patterns and impacts, especially in the
context of artisanal gold mining. This study employed the Graz Lagrangian Model
to simulate the dispersion of gaseous elemental mercury (GEM) in August 2023.
The analysis revealed that wind speed and direction significantly influence
dispersion patterns. Under maximum wind conditions (August 17) with wind speeds
reaching 4.5 m/s, GEM particles spread horizontally up to 700 meters from the
source, with lower concentrations compared to moderate (August 10) and minimum
wind conditions (August 20), which had wind speeds of 2.8 m/s and 1.3 m/s,
respectively. The highest concentrations were found in areas affected by winds
blowing from the northeast to the southwest. Residential areas within a
700-meter radius of the source experienced the highest GEM concentrations, with
a peak emission load of 0.457 kg/hour under high emission conditions, while
farmland and rivers were also affected, though with lower concentrations. The
duration of the simulation significantly impacted the concentration
distribution: short-term simulations showed high concentrations near the
source, while long-term simulations (one week to one month) demonstrated a more
even distribution with an average concentration of 0.228 kg/hour. These results
highlight the importance of considering variables such as emission loads, wind
direction, and local characteristics in assessing atmospheric pollutant
dispersion and provide a scientific foundation for environmental management
planning and health risk mitigation. This study offers practical guidance for
more effective environmental policies and emphasizes the need for data-driven mitigation
actions.
Kata Kunci : Merkuri, Modeling, Gaseous Elemental Mercury, Graz Lagrangian Model, Pertambangan Emas Skala Rakyat, Sebaran