KORELASI DERAJAT SPONDILOLISTESIS LUMBAL PADA PEMERIKSAAN MAGNETIC RESONANCE IMAGING DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PASIEN LOW BACK PAIN
Fardhika, dr. Yana Supriatna, Ph.D Sp.Rad (K)-RI ; dr. Evi Artsini, Sp. Rad (K)-TR
2024 | Tesis-Spesialis | S2 Radiologi
Latar Belakang : Low back pain (LBP) adalah masalah kesehatan yang masih sering
terjadi di era ini. Data World Health Organization (WHO) pada tahun
2020, LBP menyerang 619 juta orang di seluruh dunia dan diperkirakan jumlah
kasusnya akan meningkat menjadi 843 juta kasus pada tahun 2050. Penyebab LBP
yang salah satunya adalah spondiolistesis. Salah satu faktor risiko tinggiya derajat
spondilolistesis adalah obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai
korelasi antara derajat spondilolistesis dengan Indeks massa tubuh (IMT) pada
pasien dengan LBP.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui adanya korelasi derajat spondilolistesis yang terlihat pada hasil
pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dengan Indeks massa tubuh
(IMT) pada pasien dengan LBP
Material dan Metode : Penelitian ini menggunakan
metode observasional analitik korelasi (cross-sectional) menggunakan
data sekunder pada 47 subjek dengan klinis LBP yang menjalani pemeriksaan MRI lumbosacral
di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada bulan Januari 2022 – Mei 2024. Sebanyak 47
subjek yang dikumpulkan mencakup karakteristik kriteria inklusi dan ekslusi.
Selanjutnya, dilakukan pengukuran derajat spondilolistesis degeneratif sesuai klasifikasi Meyerding, Indeks
massa tubuh dan dilakukan analisis korelasinya menggunakan uji Spearman.
Hasil: Analisis
statistik menunjukkan adanya korelasi signifikan antara derajat
spondilolistesis dengan IMT yang tinggi (p<0 xss=removed>
Kesimpulan: Penelitian
ini menyimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara derajat
spondilolistesis dengan IMT yang tinggi pada pasien LBP yang menjalani MRI
lumbal.
Kata Kunci : Spondilolistesis, Indeks Massa
Tubuh, Magnetic Resonance Imaging, Korelasi, Low back pain
Latar Belakang : Low back pain (LBP) is a common
health issue today. According to the World Health Organization (WHO) data from
2020, LBP affected 619 million people worldwide, and the number of cases is
expected to increase to 843 million by 2050. One of the causes of LBP is
spondylolisthesis. One of the high-risk factors for the degree of
spondylolisthesis is obesity. This study aims to assess the correlation between
the degree of spondylolisthesis and Body Mass Index (BMI) in patients with LBP. Objective
: This study aims to determine
whether there is a correlation between the degree of spondylolisthesis, as
observed in Magnetic Resonance Imaging (MRI) results, and Body Mass Index (BMI)
in patients with LBP. Materials
and Methods : This
study used an analytical cross-sectional observational method with secondary
data from 47 subjects with clinical LBP who underwent lumbosacral MRI at Dr.
Sardjito Hospital, Yogyakarta, from January 2022 to May 2024. The 47 subjects
collected met the inclusion and exclusion criteria. Measurements of degenerative
spondylolisthesis degree were classified according to Meyerding, Body Mass
Index was measured, and correlation analysis was conducted using the Spearman
test. Results : Statistical analysis showed a significant
correlation between the degree of spondylolisthesis and high BMI (p<0 xss=removed> Conclusion
: The study concluded that there is
a significant correlation between the degree of spondylolisthesis and high BMI
in patients with LBP who underwent lumbar MRI. Keywords
: Spondylolisthesis, Body Mass Indeks, Magnetic Resonance
Imaging, Correlation, Low back pain
Kata Kunci : Spondilolistesis, Indeks Massa Tubuh, Magnetic Resonance Imaging, Korelasi, Low back pain