Pengaruh Pemberian Sekretom dan Eksosom Pada Perancah Gelatin Terhadap Ekspresi Protein RUNX2 pada proses oseointegrasi implan gigi
AGUSTINUS KENNY WIJAYA, Dr. drg. Sri Budi Barunawati, M.Kes., Sp. Pros., Subsp. PKIKG (K), drg. Murti Indrastuti, M.Kes., Sp. Pros., Subsp. PKIKG (K)
2024 | Tesis-Spesialis | S2 Prostodonsia
Oseointegrasi
merupakan prasyarat biologis untuk keberhasilan implan gigi. Implan dibiarkan
tanpa beban selama 3-4 bulan pada mandibula dan 6-8 bulan pada maksila untuk
memastikan keberhasilan oseointegrasi. Sekretom atau eksosom yang berasal dari
sel punca pulpa gigi diduga mampu meningkatkan proses oseointegrasi.
Runt-related transcription factor 2 (RUNX2) merupakan salah satu ekspresi
protein yang dapat dilihat dalam proses pembentukan tulang pada oseointegrasi
implan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh pemberian sekretom
dan eksosom terhadap ekspresi protein RUNX2 pada proses oseointegrasi implan
gigi
Jenis
penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan subyek penelitian tikus
Wistar jantan berusia 3 bulan dengan berat 200-250 mg yang diberi implan berdiameter
1,9 mm pada kondilus femur dekstra. Penelitian ini terdiri dari 4
kelompok yaitu kontrol (implan saja), P1 (perancah gelatin), P2 (perancah
gelatin dan sekretom), serta P3 (perancah gelatin dan eksosom). Ekspresi
protein RUNX2 diamati pada hari ke 14 dan ke 28 dengan menggunakan metode pewarnaan
immunohistochemistry (IHC), diamati di bawah mikroskop cahaya dengan
pembesaran 400x, data dikuantifikasi dengan software imageJ dan
dianalisis menggunakan Anava 2 jalur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekretom dan eksosom mampu meningkatkan ekspresi protein RUNX2 secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol dan perancah gelatin (P1) pada 14 dan 28 hari pasca insersi implan (p<0>
Osseointegration
is a biological prerequisite for successful dental implant. Implant should
avoid loading for 3-4 months in the mandible and 6-8 months in the maxilla to
maintain osseointegration. Recent research suggests that the secretome and exosomes
derived from dental pulp stem cells have the potential to enhance
osseointegration. Runt-related transcription factor 2 (RUNX2) is a protein
marker for bone formation and remodelling during osseointegration period. This
study aimed to examine the effect of secretome and exosomes on RUNX2 expression
in the process of dental implant osseointegration.
The
research is experimental laboratory, utilized 3-month-old male Wistar rats
weighing 200-250 mg. Implant was placed in the right femoral condyle. The study
included four groups: control (implant only), P1 (gelatin scaffold), P2
(gelatin scaffold and secretome), and P3 (gelatin scaffold and exosomes). RUNX2
protein expression were assessed on days 14 and 28 using immunohistochemistry (IHC)
test. Statistical analysis was conducted using 2-way Anova.
The results demonstrated that both exosomes and secretome significantly increased RUNX2 protein expression in the P2 and P3 groups compared to the control and P1 groups at 14-and 28-days post-implantation (p<0>
Kata Kunci : sekretom, eksosom, RUNX2, oseointegrasi, implan gigi