Hubungan antara asupan gizi, status besi dan berat ringannya infeksi malaria pada ibu hamil di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura
NGARDITA, I Rai, dr. Hamam Hadi, MS.,Sc.D
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Anemia masalah yang umum pada ibu hamil. Asupan gizi yang tidak adekuat ( protein, besi, vitamin A dan vitamin C ) , dan infestasi malaria adalah keadaan yang berkaitan dengan status besi didalam tubuh. Namun laporan dari beberapa penelitian hubungan status besi dengan berat ringannya infeksi malaria masih diperdebatkan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan gizi, status besi dan berat ringannya infeksi malaria pada ibu hamil. Metode : penelitian adalah observasional dengan rancangan crosssectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura. Subjek penelitian ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi, besar sampel 95 orang. Asupan gizi dikumpulkan dari recall makanan 24 jam selama 5 hari dan diolah dengan FP2. Parameter status besi adalah serum feritin dengan metode ELISA, hemoglobin dengan cyantmethemoglobin, dan berat ringannya malaria (parasitemia) diukur dari jumlah parasit/200 leukosit.Hasil yang diperoleh dilakukan analisis korelasi bivariat satu ekor dan regresi linier berganda untuk mengendalikan variabel umur kehamilan, minum obat sebelum periksa ke rumah sakit, lama menderita malaria dengan menggunakan program SPSS for Windows ver 10.0. Hasil: Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 95 responden ratarata asupan gizi perharinya adalah protein 51,31 gram, vitamin A 1673,29 RE, vitamin C 149,19 gram dan zat besi 13,49 gram. Feritin serum 61,95 μg/l , hemoglobin 10,48 gr/dl, parasitemia 4154/μl. Dari hasil tersebut feritin serum yang rendah n = 29 (30,5%), dan yang menderita anemia n=46 (48,6%) dan yang menderita anemia berat n=5 (5,3%). Hasil tersebut juga menunjukan bahwa ada hubungan asupan besi dengan feritin serum signifikan p=0,005, dan hubungan feritin serum dengan hemoglobin dan parasitemia signifikan P=0,005 dan p= 0,000. Kesimpulan : Ada hubungan asupan besi dengan feritin serum, dan ada hubungan feritin serum dengan hemoglobin dan parasitemia
Background : Anemia among pregnant women are normally occurred. Inadequate nutrition intake (protein, iron, Vitamin A, and Vitamin C), and malaria parasitemia would be two conditions related with iron status. The correlation of iron status with malaria degree is still unknown. Objective : The study was aimed at determining the correlation of nutrition intake, iron status, and malaria degree among pregnant women. Study Design : This study was observational study with cross sectional design. Samples were 95 pregnant women in Regional Public Hospital Jayapura included in inclusion criteria. Nutrition intake were gathered with 24 hours food recall for 5 days and analysed with FP2. Iron status parameter were feritin serum with ELISA and haemoglobin with cyantmethemoglobin, while malaria degree was measured with parasitemia/200 leukosit. The analysis of oneway bivariate correlation and multivariate linear regression were used to control confounding variable of pregnancy age and drug consumption before admission, while the length of malaria was analysed using SPSS for Windows 10.0 version. Result : In average, nutrition intake were protein 51.31 gram, Vitamin A 1673.29 RE, Vitamin C 149.19 gram and iron 13.49 gram per day. Feritin was 61.95 ug/l, haemoglobin 10.48 gr/dl, and parasitemia 4154/ul. Pregnant women anemia n=46 (48.6%). The correlation of iron intake with feritin was significant p=0.005, the correlation of feritin with haemoglobin with parasitemia was significant p=0.005 and p=0.000. Conclusion : There was significant correlation of iron intake with Feritin, and Feritin with Haemoglobin and parasitemia
Kata Kunci : Gizi Ibu Hamil, Status Besi, Infeksi Malaria, Nutrition intake, Iron status, Haemoglobin, Parasitemia, Pregnant Women.