Aktivitas fisik pada remaja SLTP Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul serta hubungannya dengan kejadian obesitas
HURIYATI, Emy, dr. Hamam Hadi, MS.,Sc.D
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Prevalensi obesitas semakin lama semakin meningkat dari waktu ke waktu baik di negara maju maupun negara berkembang. Obesitas remaja dapat persisten menjadi obesitas pada dewasa yang dapat menyebabkan resiko penyakit-penyakit degeneratif dan kardiovaskuler. Pola makan yang tinggi kalori dan aktifitas fisik yang kurang diduga berperan penting terhadap terjadinya peningkatan prevalensi obesitas tersebut. Sejauh mana peran aktifitas fisik yang kurang terhadap kejadian obesitas di Indonesia belum banyak diteliti. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan pola aktifitas remaja yang berasal dari sekolah di Kotamadya Yogyakarta dan Kabupaten Bantul serta untuk mengetahui peran aktifitas yang kurang sebagai faktor resiko terjadinya obesitas pada remaja. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan kasus kontrol pada remaja SLTP di wilayah Kotamadya Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Subyek penelitian adalah 280 remaja SLTP yang berumur 12-15 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Kasus adalah remaja yang mengalami obesitas dan kontrol adalah remaja yang tidak mengalami obesitas. Analisis statistik yang digunakan adalah regresi logistik menggunakan program Stata 6 dan Epi Info dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian: Ada perbedaan aktifitas fisik ringan antara remaja SLTP Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul dengan nilai p = 0,0002. Remaja SLTP Kota Yogyakarta mempunyai rata-rata aktifitas ringan 12,44 jam /hari sedang remaja SLTP kabupaten Bantul 11,02 jam/hari. Remaja SLTP obes mempunyai aktifitas ringan lebih tinggi dibandingkan remaja yang tidak obes dengan kemaknaan p=0,0002. Remaja yang aktifitas ringannya 13 jam per hari atau lebih mempunyai peluang 1,9 kali untuk menjadi obes. Kesimpulan : Jumlah waktu yang digunakan untuk aktifitas ringan pada remaja SLTP Kotamadya Yogyakarta lebih tinggi dibanding remaja SLTP Kabupaten Bantul. Semakin panjang waktu yang digunakan untuk aktifitas ringan semakin meningkat resiko terjadinya obesitas
Background: The prevalence of obesity is continuously increasing both in developed and developing countries. Adolescent obesity may lead to adulhood obesity which in turn cauld cause the risk of degenerative and cardiovasculer diseases. The pattern of high calorie intake and less physical activity are predicted as two important factor causing the prevalence of obesity. How far physical inactivity may cause obesity was not found. Objective : To know the difference of activity adolescent pattern of Junior High School in Yogyakarta and bantul and the role of physical inactivity as arisk factor of obesity among adolescentes. Methods : This was observational with case control study. Subject were 280 Junior High School adolescentes in Yogyakarta and Bantul aged 12-15 year old fulfilling inclusion criteria. Case were obesity adolescentes while control were non obesity adolescents. Statistic analysis used was logistic regression with Epi Info and Stata 6. The significancy was 95%. Result : There was significantly difference of light activity between adolescents of Yogyakarta and Bantul (p<0,0001). In the average the light activity of Yogyakarta was 12.44 hours/day while Bantul was 11.02 hours/day. Obesity adolescent has higher light activity than non obesity adolescentes (p=0.002). Adolescent whose light activity were 13 hours /day or more have 1.9 higher risk of obesity Conclusion : The duration of light activity among Junior High School adolescentes in Yogyakarta was longer than in Bantul. The longer the time of light activity per day, the higher the risk of obesity.
Kata Kunci : Gizi Anak, Obesitas, Aktivitas Fisik