Laporkan Masalah

KAJIAN NILAI EKONOMI TOTAL EKOSISTEM TERUMBU KARANG KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN WEDIOMBO, GUNUNGKIDUL

Nabilah Luthfatur Rohmah, Dr. Rika Harini, S.Si., M.P. ; Dr. Sudrajat, S.Si., M.P.

2024 | Tesis | S2 Geografi

Kawasan Konservasi Perairan Wediombo ialah kawasan dengan potensi ekosistem terumbu karang. Meskipun demikian, kawasan ini masih menghadapi masalah degradasi lingkungan akibat kurangnya kesadaran masyarakat dan manajemen yang belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini ialah (a) mengkaji keadaan dan potensi ekosistem terumbu karang serta keberlanjutan pengelolaannya di Kawasan Konservasi Perairan Pantai Wediombo; (b) Mengkaji nilai ekonomi total jasa ekosistem terumbu karang Kawasan Konservasi Perairan Pantai Wediombo; (c) mengkaji cara pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Gunungkidul secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan nilai ekonomi total ekosistem terumbu karang Wediombo. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dalam bentuk wawancara mendalam pada 7 informan kunci dan wawancara terstruktur pada 48 masyarakat, 67 wisatawan, dan 31 nelayan. Teknik penentuan total sampel yang digunakan ialah purposive sampling bagi informan kunci, purposionate random sampling bagi masyarakat dan nelayan, serta accidental sampling bagi wisatawan. Pengolahan dan analisis dilaksanakan dengan metode Rap-Insus COREMAG, Total Economi Value (TEV), serta analisis SWOT dengan didasarkan melalui pendekatan ekologi.
Hasil dari penelitian ini membuktikan jika (1) Potensi keberlanjutan pengelolaan ekosistem terumbu karang membuktikan keadaan sangat berkelanjutan dengan nilai indeks keberlanjutan sebesar 84,88; (2) Nilai ekonomi total ekosistem terumbu karang di KKP Wediombo ialah Rp123.422.889.977/tahun dengan nilai manfaat langsung Rp56.029.657.560/tahun, nilai manfaat tidak langsung Rp62.668.542.954/tahun, nilai pilihan Rp18.468.000/tahun, nilai keberadaan Rp2.380.381.463/tahun, dan nilai warisan Rp2.325.840.000/tahun; (3) Cara yang bisa dijadikan prioritas yakni a) penegasan pada aturan kepemilikan lahan, b) pemerintah membantu untuk menghadapi dan mengantisipasi dampak negatif, c) mengevaluasi aturan pada penggunaan lahan dan eksploitasi SDA, dan d) larangan pada perilaku merusak dan merugikan lingkungan oleh masyarakat dan wisatawan, e) peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat dan wisatawan akan pentingnya nilai ekosistem terumbu karang, f) kebijakan pengalokasian tiket masuk ataupun iuran masyarakat untuk perlindungan ekosistem terumbu karang.

The Wediombo Marine Protected Area (MPA) is acclaimed for its significant coral reef ecosystems. However, the region is beset by environmental degradation, stemming from inadequate community awareness and suboptimal management practices. The aims of this research are to: (a) appraise the condition, potential, and sustainability of the coral reef ecosystems within the Wediombo Marine Protected Area, (b) ascertain the total economic value of coral reef ecosystem services in the Wediombo Marine Protected Area, and (c) formulate sustainable management strategies for the Gunungkidul Marine Conservation Area, taking into consideration the total economic value of the Wediombo coral reef ecosystem. The study leveraged both secondary and primary data, the latter of which was garnered through in-depth interviews with 7 key informants, and structured interviews with 48 community members, 67 tourists, and 31 fishermen. Sampling sizes were determined via purposive sampling for key informants, purposionate random sampling for community members and fishermen, and accidental sampling for tourists. Data analysis was conducted using the Rap-Insus COREMAG method, Total Economic Value (TEV), and SWOT analysis, with an ecological approach.
The outcomes of this research are as follows: (1) The sustainability potential for coral reef ecosystem management exhibits an exceptionally sustainable status, reflected in a sustainability index score of 84.88; (2) The aggregate economic value from the coral reef ecosystem within the Wediombo MPA Rp123,422,889,977 annually. This comprises direct benefits worth Rp56,029,657,560 per year, indirect benefits amounting to Rp62,668,542,954 per year, option value estimated at Rp18,468,000 per year, existence value at Rp2,380,381,463 per year, and heritage value at Rp2,325,840,000 per year; (3) Key priorities include: a) reinforcement of land ownership statutes, b) governmental intervention to mitigate and foresee negative impacts, c) reassessment of regulations governing land utilization and resource extraction, and d) the prohibition of environmentally detrimental behaviors by both local residents and visitors, e) Increasing public and tourist understanding and awareness of the importance of coral reef ecosystem values, f) Policy on allocating entrance fees or community contributions for coral reef ecosystem protection.

Kata Kunci : Terumbu Karang, Nilai Ekonomi Total, Rap-Insus COREMAG, Kawasan Konservasi Perairan Wediombo, SWOT.

  1. S2-2024-510248-abstract.pdf  
  2. S2-2024-510248-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-510248-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-510248-title.pdf