Makanan pendamping ASI (MP ASI), kadar hemoglobin bayi dan status gizi usia 6 bulan di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
HIDAYAH, Nurul, dr. Hamam Hadi, MS.,Sc.D
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang. Prevalensi anemia dan gizi buruk pada balita di Indonesia masih tinggi. Salah satu sebabnya yaitu kurangnya zat gizi makro dan mikro dalam makanan akibat cara pemberian MP ASI yang tidak tepat. Tujuan.Mengetahui hubungan MP ASI dengan kadar Hb bayi usia 6 bulan dan hubungan MP ASI dengan status gizi bayi usia 6 bulan menurut BB/U, TB/U, BB/TB. Metode penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study. Data yang digunakan adalah data sekunder hasil dari penelitian BANPO (Bantul Anemic and Pregnancy Outcome). Jumlah sampel 158 bayi usia 6 bulan. Hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa asupan protein berhubungan dengan skor Z bayi menurut BB/U, TB/U dan BB/TB (p=0,000, p=0,011, p=0,047, berturutturut) namun zat gizi lain tidak berhubungan dengan skor Z bayi (BB/U, TB/U, BB/TB). Usia pemberian MP ASI berhubungan negative dengan kadar Hb bayi (p= 0,032 koefsien regresi= - 0,3527,). Berat bayi lahir berhubungan dengan skor Z bayi menurut BB/U dan TB/U (p=0,000) tetapi tidak berhubungan dengan skor Z bayi menurut BB/TB. Berat bayi lahir juga berhubungan dengan pertambahan berat badan dari usia 5-6 bulan (p= 0,034). Asupan energi dari MP ASI berhubungan negatif dengan pertambahan berat badan bayi dari 4-5 bulan (p=0,758), 5-6 bulan (p=0,233) dan pertambahan tinggi badan dari 4-5 bulan (p=0,129) dan 5-6 bulan (p=0,026) Kesimpulan. MP ASI berhubungan dengan status gizi bayi usia 6 bulan tetapi tidak berhubungan dengan kadar Hb bayi usia 6 bulan.
Background. The prevalence of malnutrition and anemia on infant is still high in Indonesia. The potential cause is there are not enough macro and micro nutrient from complementary food while the practice of complementary feeding is not correct. Objective. This study was conducted to analyse the association between complementary feeding and six month infant hemoglobin concentration and the association between complementary feeding and six month infant nutritional status by weight for age, height for age and weight for height. Study design. This study was cross sectional. Data used from BANPO (Bantul Anemic and Pregnancy Outcome) research. Sample in this study are 158 six month infants. Result. This study showed the association between protein intake and infant Z score in weight for age, height for age and weight for height (p=0,000, p=0,011, p=0,047, respectively) but not other nutrients. Age of complementary feeding had negative association with infant hemoglobin concentration (p=0,032, regression coefficient= -0,3527) Infant birth weight associated with Z score in weight for age and height for age (p=0,000) but not weight for height. Infant birth weight also associated with infant weight gain from 5 to 6 month of age (p=0,034). Energy intake from complementary foods had negative association with weigt gain from 4-5 month (p=0,758), 5-6 month (p=0,233) and length gain from 4-5 month p=0,129) and 5-6 month of age (p=0,026). Conclusions. Complementary foods associated with six month infant nutritional status, and had no association with six month infant hemoglobin concentration
Kata Kunci : Gizi Anak Balita,Makanan Pendamping ASI,Kadar Hb