Formulasi Strategi Perusahaan CV Muara Laut dalam Menghadapi Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Rilo Cahyo Bahar, Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dari Permen KKP No. 16 Tahun 2022 terhadap kegiatan CV Muara Laut dan menganalisis formulasi strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis PESTEL, analisis rantai pasok, dan analisis SWOT. Formulasi strategi dilakukan menggunakan Matriks SWOT dan Matriks Impact-Effort.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak Permen KKP No. 16 Tahun 2022 sangat signifikan terhadap CV Muara Laut. Perusahaan mengalami penurunan omzet dan volume ekspor akibat pembatasan ukuran kepiting yang dapat diekspor, sehingga sulit menjual kepiting berukuran kecil. Peningkatan biaya operasional dan kompleksitas proses terjadi karena perusahaan harus memastikan kepatuhan terhadap regulasi baru, yang melibatkan proses sortir dan pengukuran yang lebih ketat. Proses pemeriksaan yang lebih lama juga berdampak pada penurunan kualitas produk, mempengaruhi daya tahan, dan nilai jual kepiting.
CV Muara Laut dapat menerapkan beberapa strategi berdasarkan formulasi yang dihasilkan dalam penelitian ini untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutannya. Strategi tersebut meliputi pemanfaatan lokasi yang strategis, kontrol kualitas yang ketat, teknik pengepakan yang baik, serta sertifikasi untuk ekspansi ekspor ke negara lain selain Tiongkok, Hong Kong (RRT), Taiwan (RRT), dan Singapura. Perusahaan dapat memanfaatkan hubungan dengan pemasok dan mitra bisnis untuk diversifikasi produk selain kepiting bakau. Penguatan hubungan baik dan kepercayaan dari pemasok juga penting agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh keberadaan pengusaha dari Tiongkok. Perusahaan dapat melakukan kerja sama dengan pembudidaya kepiting atau memulai budidaya kepiting sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap kepiting tangkapan alam. Adopsi teknologi otomatisasi dalam operasional juga diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Diversifikasi sumber pendapatan dengan menawarkan layanan tambahan seperti jasa pengepakan, sewa kolam karantina, atau layanan pengurusan dokumen ekspor bagi pengusaha yang tidak memiliki izin ekspor juga dapat dipertimbangkan. Strategi-strategi ini dapat dipilih oleh CV Muara Laut sesuai dengan kemampuan perusahaan baik secara finansial maupun operasional.
This study aims to identify the impact of the Ministry of Marine Affairs and Fisheries Regulation (Permen KKP) No. 16 of 2022 on the activities of CV Muara Laut and analyze the appropriate strategy formulation to enhance the company's competitiveness and sustainability. This research uses a qualitative descriptive method with PESTEL analysis, supply chain analysis, and SWOT analysis. Strategy formulation is carried out using the SWOT Matrix and Impact-Effort Matrix.
The results show that the impact of Permen KKP No. 16 of 2022 is very significant on CV Muara Laut. The company experienced a decline in revenue and export volume due to restrictions on the size of crabs that can be exported, making it difficult to sell smaller crabs. There was an increase in operational costs and process complexity because the company had to ensure compliance with the new regulations, which involved more stringent sorting and measuring processes. Longer inspection processes also resulted in a decrease in product quality, affecting the freshness and market value of the crabs.
CV Muara Laut can implement several strategies based on the formulation derived from this study to enhance its competitiveness and sustainability. These strategies include leveraging strategic location, strict quality control, good packing techniques, and certification for export expansion to countries other than China, Hong Kong (PRC), Taiwan (PRC), and Singapore. The company can utilize relationships with suppliers and business partners to diversify products other than mangrove crabs. Strengthening good relationships and trust from suppliers is also important so they are not easily influenced by the presence of entrepreneurs from China. The company can collaborate with crab farmers or start its own crab farming to reduce dependence on wild-caught crabs. Adopting automation technology in operations is also necessary to increase efficiency and reduce operational costs. Diversifying revenue sources by offering additional services such as packing services, quarantine pond rentals, or export document processing services for entrepreneurs who do not have export permits can also be considered. These strategies can be chosen by CV Muara Laut according to the company's financial and operational capabilities.
Kata Kunci : Strategi Bisnis, Kepiting, Permen KKP, Analisis SWOT, Matriks Impact-Effort