Laporkan Masalah

Persoalan Pemasungan Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa Skizofrenia Ditinjau Dari Prinsip Moral Etika Biomedis Tom Lamar Beauchamp & James Childress

CECILIA RATU HARISSA, Sri Yulita Pramulia Panani, S.Fil., M.Phil. ; Samsul Ma'arif M., S.Fil., M.A.

2024 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Pemasungan telah dijadikan metode untuk menangani pasien dengan gangguan jiwa di Indonesia selama bertahun-tahun. Masyarakat menganggap pemasungan sebagai suatu metode untuk menangani ODGJ. Tujuan penelitian ini pertama mendeskripsikan bahwa tindakan pemasungan pada ODGJ skizofrenia merupakan tindakan yang tidak bermoral, kedua menganalisis pemasungan ODGJ skizofrenia melalui perspektif prinsip – prinsip etika biomedis Beauchamp & Childress.

Model penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang didukung data pustaka terkait pemasungan sebagai objek material dan prinsip – prinsip etika biomedis Beauchamp & Childress. Penelitian ini merupakan penelitian bidang filsafat dengan masalah aktual. Jalannya penelitian ini dimulai dengan inventarisasi data, klasifikasi data, pengolahan data, dan penyusunan hasil penelitian. Dalam analisis hasil menggunakan interpretasi, deskripsi, dan refleksi kritis.

Hasil penelitian ini adalah pertama, alasan mengapa pemasungan pada ODGJ skizofrenia dipilih karena memberi keluarga rasa aman, namun pemasungan tidak bermoral karena merugikan dan menyakiti ODGJ ditandai kondisi ODGJ yang semakin sakit secara mental seperti berkeinginan melukai orang lain, diri sendiri, bahkan bunuh diri. Sakit fisik seperti luka pada kulit, cedera atopia otot, tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup dan merampas hak asasi manusia, sehingga mengungkapkan bahwa pemasungan bukan bentuk perawatan medis karena tidak memberi manfaat apapun dan tidak adil perlakuannya. Kedua, berdasarkan telaah dan analisis menggunakan prinsip – prinsip etika biomedis Beauchamp & Childress, pemasungan tidak memenuhi keempat prinsip yaitu otonomi, beneficence, non-maleficence, dan keadilan. Karena pemasungan bukanlah prosedur perawatan terhadap ODGJ yang memenuhi prinsip bermoral.

Shackling has been used as a method to treat patients with mental disorders in Indonesia for years. The community considers shackling as a method to treat ODGJ. The purpose of this study, first to describe the act of shackling of ODGJ schizophrenia is an immoral act, second, to analyze the shackling of ODGJ schizophrenia through the perspective of Beauchamp & Childress’ biomedical ethics principles.

This research model here is qualitative descriptive, supported by library data related to shackling as a material object and Beauchamp & Childress biomedical ethics principles. This research is in a philosophical field with actual problems. The course of this research begins with data inventory, data classification, data processing, and compilation of research results. In the analysis of the results using interpretation, description, and critical reflection.

The results of this study are, first, the reason why shackling ODGJ schizophrenia was chosen because it gives the family a sense of security, but shackling is immoral because it harms and hurts ODGJ marked by the condition of ODGJ who are increasingly ill mentally such as wanting to hurt others, themselves, and even commit suicide. Physical pain such as skin wounds, muscle atopic injuries, unable to meet the needs of life and depriving human rights, thus revealing that confinement is not a form of medical care because it does not provide any benefits and is unfair in its treatment. Second, based on the review and analysis using the principles of biomedical ethics Beauchamp & Childress, confinement does not fulfill the four principles of autonomy, beneficence, non-maleficence, and justice. Because confinement is not a treatment procedure for ODGJ that fulfills moral principles.

Kata Kunci : pemasungan, etika biomedis, skizofrenia, stigma & diskriminasi

  1. S1-2024-454934-abstract.pdf  
  2. S1-2024-454934-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-454934-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-454934-title.pdf