Hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja dengan kecenderungan remaja melakukan hubungan seksual (Intercourse) pranikah di Indonesia :: Analisis data survei kesehatan reproduksi remaja Indonesia Tahun 2002-2003)
NOOR, Sirajudin, Prof.Dr. M. Hakimi, Sp.OG.,PhD
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Kehamilan tidak dikehendaki, aborsi ilegal dan tidak aman, peningkatan kasus penyakit menular seksual termasuk infeksi HiV/AIDS merupakan masalah kesehatan reproduksi remaja di Indonesia. Hal tersebut sebagai akibat perilaku seksual remaja yang cenderung permisif dan berani serta adanya keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Faktor lain yang mendukung adalah mudahnya akses informasi seksualitas yang keiiru dari teman sebaya dan media massa serta adanya anggapan dari orang tua atau guru bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi masih dianggap tabu, membangkitkan keingintahuan remaja terhadap hal seputar seksual menjadi besar dan mempengaruhi kebebasan remaja mengambil keputusan terhadap situasi tertentu khususnya terkait kecenderungan melakukan hubungan seksual (intercourse) pranikah. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja pria dan wanita dengan kecenderungan remaja pria dan wanlta melakukan hubungan seksual (intercourse) pranikah di Indonesia. Metode: Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian menggunakan data sekunder hasil Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia tahun 2002-2003. Jumlah sampel 4156 orang remaja (2341 pria dan 1815 wanita) berusia 15 sampai dengan 24 tahun, yang diambil dari sekitar 9100 rumah tangga di 15 propinsi. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik Chi Square dan Regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p<0,05 dan confidence interval (Cl) 95 persen. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan bermakna secara statistik Pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja pria dan wanita dengan kecenderungan remaja pria dan wanita melakukan hubungan seksual (intercourse) pranikah p<0,05. Pengetahuan Kesehatan reproduksi yang lebih rendah pada remaja pria berpeluang 1,37 kali dan wanita 1,55 kali cenderung lebih tinggi melakukan hubungan seksual .(intercourse) pranikah dibanding remaja pria dan wanita yang berpengetahuan lebih tinggi Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja dengan kecenderungan remaja melakukan hubungan seksual (intercourse) pranikah di Indonesia. Remaja pria dan wanita yang berpengetahuan lebih rendah tentang kesehatan reproduksi cenderung lebih tinggi melakukan hubungan seksual (intercourse) pranikah dibandingkan remaja pria dan wanita yang berpengetahuan lebih tinggi.
Background: Unwanted pregnancy, illegal and unsafe abortion, Increasing of sexually transmitted diseases including HIV/AIDS infection are forms of young adult reproductive health problem in Indonesia,. Those are consequences of young adult sexual behavior which tend to be permissive and aggressive, and limited knowledge about reproductive health. Another factors which support this condition is an easy access on misleading sexual information from their peer and mass media and there is attitude from their parents and teachers that reproductive health is still be assumed as taboo, aroused the larger curiosity of young adult to anything around sexuality and influence the young adult freedom to make decision to certain situation, especially linked to premarital sexual intercourse tendency. Objectives: To understand the correlation between male and female young adult reproductive health knowledge and the tendency of male and female young adult to perform premarital sexual intercourse, in Indonesia. Methods: Observational research with cross sectional design using secondary data from the Indonesian Young Adult Reproductive Health Survey 2002-2003. The sample is 4156 (consist of 2341 males and 1815 females) with age in 15 to 24 years old, that obtained from about 9100 household in fifeteen provinces. The analysis which used in this research is Chi square statistical test and multiple logistic regression with significance level at p<0.05 and confidence interval (Cl) at 95%. Results: There is statistically significant correlation between reproductive health knowledge on male and female young adult, and male and female young adult tendency to perform premarital sexual intercourse p<0.05. The lower of males young adult's knowledge have higher probability about 1,37 time and of female young adult have higher probability about 1,55 time in tendency to perform premarital sexual intercourse compared to male and female young adult whose have higher ones. Conclusions: There is significant correlation between young adult reproductive health knowledge with the young adult tendency to perfonn premarital sexual intercourse, in Indonesia. Male and female young adult whose have lower reproductive health knowledge have more higher tendency to perform premarital sexual intercourse compared to male and female young adult whose have higher ones. Keywords: Young adult, reproductive health knowledge, premarital Intercourse tendency, Indonesia. XII
Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi,Pengetahuan Remaja,Intercourse Pra Nikah