Tingkat kepuasan dokter keluarga terhadap sistem pembayaran kapitasi PT Askes di Kota Medan
KARYATI, Mega, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.,PhD
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Pembayaran kapitasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan dana tanpa mengorbankan kualitas pelayanan. Sistem kapitasi diterapkan pada dokter keluarga yang menimbulkan reaksi positif dan negatif yaitu kepuasan dan ketidak puasan serta keluhan. Hal ini akan mempengaruhi pelayanan yang diberikan pada peserta sukarela PT Askes. Metode : Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional, jumlah responden 38 orang dokter keluarga yang dibayar secara kapitasi oleh PT Askes di Kota Medan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara, kemudian diolah menggunakan analisis deskriptif, uji korelasi Pearson, uji t-test dan uji regresi linier berganda. Hasil : Tingkat kepuasan dokter keluarga 60,5% pada kategori rendah. Ada hubungan yang bermakna antara persepsi tentang besar kapitasi (r=0,747; p=0,000), persepsi standar pelayanan (r=0,726; p=0,000), jumlah peserta (r=0,670; p=0,000), umur (r=0,355; p=0,029) dan masa kerja (r=0,379; p=0,019) dengan kepuasan. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepuasan (r=0,310; p=0,058). Tidak ada perbedaan kepuasan menurut jenis kelamin dan status pegawai, tetapi berdasar pendidikan ada perbedaan (t=2,499;p=0,017). Keluhan yang ditemukan: Jumlah peserta sedikit dan tidak merata, besar kapitasi kurang sesuai saat ini, perhitungan kapitasi tidak melibatkan dokter keluarga. Kesimpulan: Sebagian besar dokter keluarga kepuasannya rendah terhadap pembayaran kapitasi. Untuk meningkatkan kepuasan maka harus diperhatikan besar kapitasi, standar pelayanan dan jumlah peserta melalui kerja sama yang baik antara PT Askes dan dokter keluarga. Peranan Kolese Dokter Keluarga Indonesia (KDKI) perlu ditingkatkan, melalui kerjasama dengan Departemen Kesehatan melakukan pendidikan yang berkelanjutan sehingga meningkatkan kualitas pelayanannya sesuai persyaratan dokter keluarga.
Background: Capitation Payment is expected to improve the efficiency and effectiveness of using fund without sacrificing service quality. Capitation system applied at family physician may generates the negative and positive reaction that is satisfaction and the unsatisfaction and complain. This matter will influence the service delivered to the voluntary participants of PT Askes. Method: Observational research with a cross sectional design, The respondents were 38 family physicians paid using a capitation by PT Askes in Medan City. Data were collected by using questionnaire and interview, and analysed using descriptive analysis, correlation Pearson test, t-test and the multiple linear regression. Result: Level of Satisfaction of family physician is 60,5% at low category. There is a significant relationship between of satisfaction with the perception about the degree of capitation (r=0,747; p=0,000), number of participants (r=0,670; p = 0,000), the perception about service standard (r=0,726; p=0,000), working hours (r=0,379; p=0,019), and age (r=0,355; p=0,029). There is no relationship between knowledge with satisfaction. There is no different satisfaction on gender, status of officer but the satisfaction is different based on degree of education (t=2,449; p=0,017). The complains were found : number of participant, degree of capitation, determination of capitation do not envolve family physician. Conclusion: mostly the satisfaction level of family physician is lower. To increase satisfactions, the identified factors should be improved and good collaboration should be developed between PT. Askes and family physician. Role college of family physician (KDKI) needs to be improved, through cooperation among Department of Health should be conduct continuing medical education on family medicine.
Kata Kunci : Kebijakan Kesehatan, Pembayaran Kapitasi Askes, Kepuasan Dokter