Pandangan K.H. Ma’mun Nawawi Tentang Kebudayaan Arab-Sunda Dalam Kitab Mukhtasar Kafi Di Cibarusah Kabupaten Bekasi Analisis Local Culture
Zainal Abidin, Prof. Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.
2024 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur TengahCibarusah merupakan satu kecamatan yang berada di kabupaten Bekasi. Islam mulai berkembang di sana sejak adanya seorang tokoh yang bernama K.H. Ma'mun Nawawi. Penelitian ini menelaah bagaimana pandangan K.H. Ma?mun Nawawi tentang kebudayaan Arab-Sunda di Cibarusah dan sekitarnya. Kebudayaan Arab-Sunda yang dimaksud di sini adalah tentang praktik fidyah yang tertulis dalam kitab Mukhtasar Kafi. Penelitian ini dikaji menggunakan teori Yan Sun tentang transformasi budaya yang meliputi perubahan, kognisi, dan adaptasi budaya. Metode yang digunakan yang berkaitan dengan teori adalah histori analisis dan juga kualitatif analisis. Metode analisis data ini adalah penerapan metode dengan cara wawancara secara langsung dengan mengajukan berbagai pertanyaan seperti apa yang kamu ketahui tentang praktek fidyah, mengapa harus melakukan praktek fidyah, atau bagaimana praktek pelaksanaan fidyah ini. Data-data yang didapatkan akan dianalisa dengan menggunakan metode ini, hasilnya berupa teks atau narasi. Setelah itu, dari keseluruhan data yang berhasil dikumpulkan itu, akan dilakukan pengklasifikasian dan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dengan proses pencodingan. Pada tahap akhir dalam metode ini adalah interpretasi data. Proses interpretasi data sebenarnya dilakukan secara bersamaan selama coding. Upaya interpretasi dilakukan bersamaan dalam mengklasifikasikan data. Langkah interpretasi untuk menganalisa data untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah kesimpulan dari beberapa data yang diambil. Yaitu pandangan K.H. Ma?mun Nawawi tentang kebudayaan Arab-Sunda di Cibarusah, transformasi budaya yang terjadi di Cibarusah, penerapan dan pemahan masyarakat Cibarusah apakah sesuai dengan kitab Mukhtasar Kafi atau tidak, dan yang terakhir tanggapan masyarakat terhadap penerapan fidyah di Cibarusah.
Cibarusah is a sub-district in Bekasi district. Islam began to develop there since the presence of a figure named K.H. Ma'mun Nawawi. This research examines the views of K.H. Ma'mun Nawawi about Arab-Sundanese culture in Cibarusah and its surroundings. The Arab-Sundanese culture referred to here is the fidyah practice written in the book Mukhtasar Kafi. This research was studied using Yan Sun's theory of cultural transformation which includes change, cognition and cultural adaptation. The methods used related to theory are historical analysis and also qualitative analysis. This data analysis method is the application of a method by means of direct interviews by asking various questions such as what do you know about the practice of fidyah, why do you have to practice fidyah, or how do you practice the implementation of fidyah. The data obtained will be analyzed using this method, the results will be in the form of text or narrative. After that, from all the data that has been collected, classification and adjustments will be carried out based on needs using the coding process. The final stage in this method is data interpretation. The actual data interpretation process is carried out simultaneously during coding. Interpretation efforts are carried out simultaneously in classifying data. The interpretation step is to analyze the data to produce the required information. The results of this research are a conclusion from some of the data taken. Namely the view of K.H. Ma'mun Nawawi about Arab-Sundanese culture in Cibarusah, the cultural transformation that occurred in Cibarusah, the application and understanding of the people of Cibarusah whether it is in accordance with the Mukhtasar Kafi book or not, and finally the community's response to the implementation of fidyah in Cibarusah.
Kata Kunci : Ma'mun Nawawi, Mukhtasar Kafi, Fidyah, Budaya, Cibarusah