Laporkan Masalah

Eksekusi hak tanggungan sebagai langkah terakhir penyelesaian kredit investasi macet pada Bank Pemerintah di Kota Palu

ENOLAH, Tirtha, H. Mustafa, SH.,MS

2004 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya-upaya yang ditempuh dalam melaksanakan eksekusi hak tanggungan sebagai langkah terakhir penyelesaian kredit investasi yang macet pada bank pemerintah di Kota Palu. Penelitian mengenai eksekusi hak tanggungan sebagai langkah terakhir penyelesaian kredit investasi macet pada bank pemerintah di Kota Palu merupakan penelitian yang lebih ditekankan pada penelitian empiris, walaupun tidak melupakan penelitian yuridis normatif. Penelitian ini dilakukan pada 3 (tiga) Bank Pemerintah Cabang Palu serta pada Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara Kota Palu. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa mekanisme pemberian kredit investasi pada bank pemerintah dilakukan dengan 3 (tiga) tahap, yaitu: tahap pengajuan permohonan kredit, persetujuan dan realisasi kredit serta pada tahap pencairan dana kredit kepada debitor. Adapun mengenai Penyebab terjadinya kredit investasi macet disebabkan oleh 2 (dua) faktor, yaitu faktor intern bank dan faktor ekstern bank. Eksekusi penyelesaian kredit macet pada bank pemerintah dilakukan dengan cara penjualan objek hak tanggungan dibawah tangan dan dengan cara pihak bank selaku kreditor menyerahkan pengurusan piutang negara tersebut pada PUPN/KP2LN. Pengurusan piutang negara dari pihak bank (kreditor) kepada PUPN/KP2LN dengan cara penerimaan pengurusan piutang negara, pernyataan bersama dan penetapan jumlah piutang negara, dan melakukan penagihan dengan surat paksa serta penyitaan dan penjualan barang sitaan (Penjualan lelang).

This research aims to know the measures taken to perform execution of hak tanggungan as a final measure to settle bad investment credit in state-owned banks in Palu. It emphasized on empirical research, but for support it also conducted juridical normative research. It was conducted in three state-owned banks of Palu branches and the Office of State Loan and Auction Services, Palu City. The research results show that the mechanism for granting investment credit in state-owned banks is carried out in three stages, namely: credit application, approval, and realization, followed with credit disbursement to the debtor. The factors that cause bad investment credit consist of two major factors, which are internal and external factors of the bank. The settlement of bad credit in state-owned banks is executed by selling the object of hak tanggungan underhandedly, or delivering the handling of that state loan to the PUPN/KP2LN. The delivery of state loan handling from the bank (creditor) to the PUPN/KP2LN is accomplished by the acceptance of state loan handling, common agreement and determination of the total of state loan, and collection of the debt using a Letter of Compulsion, or seize and selling of the seized property (auction).

Kata Kunci : Hukum Perbankan,Eksekusi,Kredit Macet,bad credit, execution of hak tanggungan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.