PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP NERACA AIR PADA SUB-DAS SUMITRO
MUHAMMAD DIMAS FEBRIANSYAH, Prof. Dr. Ir. Ambar Kusumandari, M.E.S., IPU.
2024 | Skripsi | KEHUTANAN
Kabupaten Kulonprogo
diproyeksikan mengalami pertumbuhan penduduk yang mengakibatkan bertambahnya
kebutuhan dasar seperti pangan, bahan baku,pemukiman, dan juga aktivitas
pembangunan sehingga berdampak negatif pada kualitas lingkungan daerah aliran
Sungai (DAS). Sub-DAS Sumitro merupakan hulu DAS Serang yang merupakan DAS
kritis karena mengalami tingkat kerusakan yang tinggi akibat perubahan tutupan
lahan sehingga terjadi erosi, banjir, dan kekeringan. Penelitian ini
dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi neraca air, perubahan penggunaan
lahan, hubungan antara neraca air dan perubahan penggunaan lahan, dan melakukan
arahan bentuk penggunaan lahan yang optimal untuk meningkatkan kemampuan
penyimpanan air dan penurunan run off di Kawasan sub-DAS Sumitro.
Penelitian ini menggunakan metode
Thornthwaite-Mather. perhitungan analisis neraca air berdasarkan 12 perubahan
penggunaan lahan yang merupakan intersect antara perubahan
penggunaan lahan dari tahun 2011 ke tahun 2022. Simulasi penggunaan lahan
mengadopsi konsep agroforestri dengan mempertimbangkan RTRW Kabupaten Kulon
Progo dengan tujuan peningkatan kemampuan penyimpanan air dan penurunan nilai run
off.
Hasil penelitian menunjukkan
penggunaan lahan pada sub-DAS Sumitro mengalami perubahan yang menyebabkan
kondisi neraca air mengalami perubahan. Perubahan penggunaan lahan sebesar
8,08% menyebabkan berubahnya kapasitas penyimpanan air (WHC). Pada tahun 2022
mengalami curah hujan tinggi dan suhu rendah yang menyebabkan meingkatnya nilai
surplus dan Koef R dan menurunya nilai defisit dan Indeks kekeringan
sedangkan pada tahun 2011 terjadi sebaliknya. Arahan penggunaan lahan dengan
konsep agroforestri dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan air sebesar 54,29
mm dan menurunkan nilai run off.
Kulonprogo Regency is projected
to experience population growth, which will lead to increased basic needs such
as food, raw materials, housing, and development activities, negatively
impacting the environmental quality of the watershed (DAS). The Sumitro watershed
is the upstream of Serang Watershed, which is a critical watershed due to the high
level of damage caused by land cover changes, resulting in erosion, flooding,
and drought. This research aims to determine the water balance conditions, land
use changes, the relationship between water balance and land use changes, and
provide guidance on the optimal land use forms to improve water storage
capacity and reduce runoff in the Sumitro watershed area.
This research uses the
Thornthwaite-Mather method. The water balance analysis calculation is based on
12 land use changes, which are intersections between land use changes from 2011
to 2022. Land use simulations adopt the agroforestry concept by considering the
Regional Spatial Plan (RTRW) of Kulon Progo Regency to increase water storage
capacity and decrease runoff values.
The research results show that land use in the Sumitro watershed has changed, causing changes in water balance conditions. A land use change of 8.08?used changes in Water Holding Capacity (WHC). In 2022, high rainfall and low temperatures led to increased surplus values and R coefficients and decreased deficit values and drought indices, whereas the opposite occurred in 2011. Land use guidance with the agroforestry concept can increase water storage capacity by 54.29 mm and reducing runoff values.
Kata Kunci : Metode Thronthwaite-Mather, agroforestri, kapasitas air tersimpan, koefesien run off, indeks kekeringan.