Pertanggungjawaban anak perusahaan dalam proses pemisahan dari induk perusahaan :: Studi kasus anak perusahaan PT Semen Gresik Tbk)
KHALIMY, Akhmad, Prof. Emmy Pangaribuan Simanjuntak, SH
2004 | Tesis | S2 Ilmu HukumPenelitian tentang pertanggungjawaban anak perusahaan dalam proses pemisahan dari induk perusahaan bertujuan untuk mengetahui alasan pemisahan anak perusahaan dari induk perusahaan dalam perusahaan kelompok dan pertanggungjawaban anak perusahaan dalam proses pemisahan dari induk perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan cara deskriptif analitis. Dengan cara ini diharap akan diperoleh gambaran yang menyeluruh dan sistematis tentang pemisahan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan pemisahaan perusahaan dilakukan oleh anak perusahaan yaitu PT Semen Padang (PTST) dan PT Semen Tonasa (PTST) karena PTSP dan PTST adalah satu-satunya industri milik pemerintah (BUMN) yang paling besar yang ada di daerah tersebut; karena PTSP dan PTST akan dijual ke swasta asing padahal PTSP dan PTST adalah BUMN yang berkedudukan di daerah tersebut maka ada rasa ikut memiliki pada masyarakat termasuk Pemda dan DPRD setempat; PTSP didirikan di atas tanah ulayat yang berarti tidak dapat dilepaskan kepada pihak asing. Adapun yang harus dipertanggungjawabkan oleh anak perusahaan yang meminta pemisahan adalah pelepasan keterkaitan modal dari luar/hutang kepada PTSG sebagai induk perusahaan; pelepasan keterkaitan perjanjian dengan induk perusahaan yaitu anak perusahaan meminta induk perusahaan untuk melepaskan perjanjian jual-beli dengan pihak ketiga yang mengikutsertakan anak perusahaan di dalam perjanjian jual beli tersebut; anak perusahaan harus melepaskan tanggungjawab kontraktual induk perusahaan yang berisi jaminan induk perusahaan terhadap kreditur anak perusahaan, lalu anak perusahaan mencari penjamin selain induk perusahaan yang disetujui oleh kreditur.
The objective of the research, on the liability of subsidiary company in the process of spin-off from parent company, is to know the reasons of spin-off of subsidiary company from parent company and the liability of subsidiary company in the process of spin-off. The research adopted a juridical normative approach. The data were analyzed in an analytical descriptive method in order to obtain a comprehensive and systematic description of spin-off. The research results indicate that the request of spin-off is conducted by both of subsidiaries of PT Semen Gresik (PTSG), PT Semen Padang (PTSP) and PT Semen Tonasa (PTST), because both of PTSP and PTST are the biggest of state liability companies in their region; besides the selling of the state liability company to the foreign company, has aroused the sense of belonging of the people in the region; PTSP was established on tanah ulayat that means it could not be released to the foreign company. In the process of spin-off, the liabilities of subsidiary company are: to discharge off foreign capital/debt from PTSG as parent company; to discharge the sale and purchase agreement in relation with the parent company, to ask the parent company to discharge the sale and purchase agreement with third party that acquiries subsidiary company; to discharge the contractual liability of parent company as Guarantor of creditor of subsidiary company then the subsidiary looks for another Guarantor that is agreed by creditor.
Kata Kunci : Hukum,Pemisahan Perusahaan,Pertanggungjawaban, Spin-off, Group Company, Liability of Subsidiary Company