Laporkan Masalah

Kajian pengolahan Digital Citra ERS - 1 SAR untuk pemetaan geologi Daerah Ungaran dan sekitarnya

Rachman Rifai, Drs. Prapto Suharsono, M.Sc.; Dr. Hartono, DEA.,DESS.

1997 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini dilakukan di daerah Kabupaten Semarang dengan tujuan mengkaji teknik pengolahan citra ERS-1 dan kemampuannya secara digital untuk kajian geologi serta memetakan struktur geologi dan unit litologi daerah penelitian. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah citra ERS-1 SAR (Synthetic Aperture Radar). Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 4 metode yaitu, metode reduksi speckle menggunakan pemfilteran frekuensi rendah, metode pena¬jaman dengan menggunakan pemfilteran frekuensi tinggi, metode fusi citra antara Radar-Landsat TM dan metode model medan digital (digital terrain model) yang digunakan untuk melihat topografi daerah secara umum. Keseluruhan data hasil pengolahan digital yang dilakukan selanjutnya di interpretasi secara visual menggunakan digitasi layar (screen digitizing) pada pengolah citra ILWIS 1.4. Struktur geologi diidentifikasi pada citra yang telah mengalami penaja¬man dengan menggunakan pemfilteran frekuensi tinggi, pada proses identifikasi struktur geologi dilakukan perbandingan citra hasil filter-filter frekuensi tinggi sehingga diperoleh karakteristik filter frekuensi tinggi yang sesuai dalam menajamkan ujud struktur geologi. Identifikasi unit litologi menggunakan citra hasil fusi antara citra Radar dan citra Landsat TM. Fusi citra dimaksudkan untuk meningkatkan inter-pretabilitas citra Radar dalam identifikasi vegetasi dan penutup lahan, se-hingga citra fusi menghasilkan citra Radar yang memiliki kelebihan dalam hal penonjolan aspek struktur geologi dan meningkatkan interpretabilitas citra Radar dalam identifikasi vegetasi dan penutup lahan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah 11 satuan batuan yaitu terdiri dari 2 satuan batuan beku yaitu satuan batuan Lava Andesit dan Lava Basal, 1 satuan batuan beku intrusi yang merupakan Intrusi Andesit, dan 8 satuan batuan sedimen yaitu satuan batuan Aluvium, Batupasir gampingan-napal, Breksi Andesit, Breksi Laharik, Breksi Voikanik, Andesit, Sedimen Kompleks dan Sedimen Volkanik. Struktur geologi yang dapat dikenali adalah lipatan, kekar dan sesar yang relatif lebih banyak dibandingkan peta geologi skala 1:100.000. Penghilangan bising citra yang disebut speckle menggunakan filter Medi-an, filter Perataan bergerak (moving average filter) dan filter perataan bergerak dengan koefisien tak seragam. Hasil perbandingan ketiga filter diatas diperoleh filter perataan bergerak tak seragam sebagai filter yang paling baik dalam menghilangkan bising (noise) yang disebut speckle. Identifikasi struktur geologi dengan menggunakan citra terfilter fre-kuensi tinggi, filter-filter yang digunakan adalah filter undirectional, filter unidirectional dan filter bidirectional. Perbandingan ketiga citra terfilter diperoleh filter undirectional bermanfaat dalam menajamkan batas ujud geologi yang berbentuk curvilinier seperti lipatan, sesar, kekar dan batas bentuk lahan. Filter unldirectional dan bidirectional bermanfaat dalam menajamkan ujud geologi yang berupa kenampakan linier seperti bedding perlapi¬san, kekar, sesar. Pada pemrosesan citra dengan menggunakan filter frekuensi tinggi diperoleh unsur koefisien pembobotan, nilai gain dan nilai offset sangat berpengaruh terhadap kualitas citra hasil penajaman. Semakin besar koefisien pembobotan dan nilai gain, dihasiikan citra dengan kecerahan yang semakin tinggi, nilai gain sebesar 1 merupakan gain optimal dan nilai gain menjadi maksimum sebesar 2.

Kata Kunci : Pemetaan geologi,Pengolahan citra digital, Citra ERS-1 SAR, Ungarang,Semarang,Jawa Tengah

  1. S1-1997-70610-Rachman_Rifai_abstract.pdf  
  2. S1-1997-70610-Rachman_Rifai_bibliography.pdf  
  3. S1-1997-70610-Rachman_Rifai_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1997-70610-Rachman_Rifai_title.pdf