Laporkan Masalah

Pemanfaatan tenaga kerja pemuda pedesaan : Kasus di desa Donoharjo, kecamatan Ngaglik, kabupaten Sleman , propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

I.G.N. Suparta Adikusuma, Prof. Drs. Kasto, M.A.

1997 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan tenaga kerja pemuda. Pemuda sebagai aset negara merupakan modal sumberdaya manusia yang potesial yang harus dapat dimanfaatkan secara maksimal. Analisis pemanfaatan pekerja ini melalui pendekatan angkatan kerja, lebih menekankan pada upaya untuk mengkaji masalah pengangguran tersembunyi dalam penduduk yang bekerja. Selain itu juga dilihat pengaruh sosial ekonomi keluarga pekerja terhadap pemanfaatan pekeija dan persepsi dan aspirasi tenaga kerja pemuda terhadap pekerjaan dan pendidikan. Obyek penelitian adalah pemuda yang bekerja usia 15-29 tahun dengan status belum kawin. Responden diambil secara proposional dari 6 dusun sampel yang telah ditentukan berdasarkan purposive menurut jumlah tenaga kerja pemuda terbanyak. Data dan informasi dikumpulkan lewat kuesioner, wawancara, observasi juga data sekunder yang ada di kantor desa, kecamatan, Bappeda Sleman dan Kantor BPS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karakteristik tenaga kerja pemuda di Desa Donoharjo ini sebagian besar berjenis kelamin laki-laki dan rata-rata berumur 24 tahun. Tingkat pendidikan tenaga kerja pemuda relatif cukup tinggi, yang sebagian besar telah berpendidikan SLTA dan sederajatnya. Sementara jenis pekeijaan yang dilakukan sebagian besar adalah bekerja di sektor industri (buruh) baik untuk pekerja laki-laki maupun perempuan.. Secara umum tingkat pemanfaatan tenaga kerja pemuda masih rendah. Dilihat dari curahan jam keija rata-rata pekerja bekerja dengan jam kerja penuh. Artinya tenaga kerja pemuda dilihat clari curahan jam kerjanya tergolong dalam pemanfaatan penuh. Tetapi dilihat thri jenis pekerjaan yang dilakukan mereka masih tergolong dalam pekerjaan inforrnal dengan rata-rata pendapatan yang rendah (kurang dari KHM). Jenis pekerjaan dan penclapatan yang rendah tersebut menyebabkan tenaga kerja pemuda ini masih termasuk dalam pemanfaatan kurang. Kondisi sosial ekonomi keluarga masih menjadi faktor keterlibatan pemuda dalam kegiatan ekonomi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Tenaga kerja pemuda yang kondisi ekonominya rendah ternyata harus mencurahkan waktu kerja yang relatif lebih panjang. Demikian pula dengan sumbangan pendapatannya semakin tinggi kondisi sosial ekonomi semakin kecil sumbangan pendapatan pekerja. Persepsi dan aspirasi tenaga kerja pemuda terhadap pekerjaan dan pendidikan relatif tinggi. Hampir separuh tenaga kerja pemuda menyatakan pekerjaan yang dilakukan sekarang kurang dan tidak sesuai dengan tingkat pendidikannya. Dari jumlah tersebut 39,8 persen menginginkan bekerja di sektor pemerintah. Juga ditemukan separuh lebih tenaga kerja pemuda yang menyatakan pendidikan yang dicapai sekarang kurang dan tidak sesuai dengan yang diharapkan, terutama pada laki-laki dan mereka yang berpendidikan menengah kebawah.

-

Kata Kunci : Tenaga kerja,Ngaglik,Sleman,DIY

  1. S1-1997-75511-J_G__N__Suparta_Adikusuma_abstract.pdf  
  2. S1-1997-75511-J_G__N__Suparta_Adikusuma_bibliography.pdf  
  3. S1-1997-75511-J_G__N__Suparta_Adikusuma_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1997-75511-J_G__N__Suparta_Adikusuma_title.pdf