Laporkan Masalah

Pengaruh penggalian tanah untuk pembuatan batu bata terhadap tingkat kesuburan dan produktivitas tanah di kecamatan Bnaguntapan kabupaten Bantul DIY

Mujiraharja, Drs. Jamulya, M.S.; Drs. Sunardi Joyosuharto

1994 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Pertumbuhan penduduk di Kotamadya Yogyakarta menun¬tut adanya peningkatan sarana dan prasarana bagi kebu- tuhan penduduk antara lain permukiman. Pembangunan Per- mukiman tidak dapat lepas dari keberadaan bahan ba- ngunan antara lain adalah batubata. Salah satu daerah penghasil batubata yang sebagian besar hasilnya dijual ke Kotamadya Yogyakarta adalah Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul. Topik penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh penggalian tanah terhadap penurunan tingkat kesuburan tanah dan perubahan tingkat produktivitas tanah . Data yang dikumpulkan meliputi data sifat-sifat tanah yang berpengaruh terhadap kesuburan dan pro- duktivitas tanah, serta data produktivitas tanah aktual. Pengambilan data dilakukan pada titik sampel yang di- tentukan secara “stratified purposive sampling” dengan strata satuan lahan serta mempertimbangkan jangka waktu lahan bekas galian digunakan kembali sebagai lahan pertanian, Hasil evaluasi pada penelitian ini digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan alternatif tindakan pemulihan yang tepat untuk memperbaiki tingkat kesuburan dan produktivitas tanah yang menurun pada lahan bekas galian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggalian tanah untuk pembuatan batubata di daerah penelitian hanya dilakukan pada lahan persawahan. Penurunan tingkat kesu¬buran tanah terutama disebabkan oleh perubahan sifat fi¬sik tanah. Secara kimia, tingkat kesuburan tanahnya tetap yakni pada tingkat rendah. Perubahan Tingkat kesuburan tanah mengakibatkan berubahnya pula tingkat produktivitas tanah. Kecenderungan perubahan tingkat produktivitas ta¬nah hampir sama dengan perubahan tingkat kesuburan tanah akibat penggalian tanah. Penurunan tingkat produktivitas tanah aktual akibat penggalian tanah lebih banyak dialami pada satuan lahan bertanah regosol yakni pada satuan lahan S-R-0 sebesar 75,6%, dan satuan lahan S-R-1 sebesar 66,7%, sedangkan pada satuan lahan bertanah kambisol penurunan ini relatif kecil yakni 2% pada satuan lahan S-K-0 dan 17,5% pada satuan lahan S-K-1. Tindakan pemulihan yang perlu segera dilakukan pada lahan bekas galian adalah sifat fisik tanah terutama tekstur tanah dan drainase tanah. Tindakan pemulihan ini ternyata mampu untuk meningkatnya tingkat kesuburan dan produktivitas tanah. Pada satuan lahan bertanah kambisol (S-K-0 dan S-K-1) yang telah digunakan sebagai lahan pertanian lebih dari dua tahun tingkat produktivitas tanahnya dapat melebihi tingkat produktivitas tanah sebelum ada penggalian.

-

Kata Kunci : Kesuburan tanah, Produktivitas tanah,Batu bata,Banguntapan,Bantul,DIY

  1. S1-1994-02922-Mujiraharja_abstract.pdf  
  2. S1-1994-02922-Mujiraharja_bibliography.pdf  
  3. S1-1994-02922-Mujiraharja_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1994-02922-Mujiraharja_title.pdf