Laporkan Masalah

Analisis Kemiskinan Multidimensional Rumah Tangga Tani pada Beberapa Kabupaten Termiskin di Pulau Jawa

Anthony Thaufan Muhammad, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.; Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.; Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc.

2024 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Secara umum terdapat dua pendekatan dalam mengukur tingkat kemiskinan yakni pendekatan moneter (uni dimensional), dan multidimensional. Permasalahan kemiskinan yang digali melalui pendekatan multidimensional akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif sebagaimana dilakukan pada penelitian ini. Kemiskinan Multidimensional rumah tangga tani akan dianalisis di kabupaten-kabupaten termiskin di Jawa, yaitu Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pandeglang pada tingkat kabupaten dan subsektor yang diusahakan. Metode Alkire Foster digunakan untuk menganalisis kemiskinan multidimensional. Analisis logistik digunakan untuk mencari determinan kemiskinan multidimensional. Hasil menunjukkan bahwa rumah tangga tani di Kabupaten Pandeglang memiliki tingkat kemiskinan multidimensional tertinggi. Subsektor perkebunan menjadi subsektor dengan tingkat kemiskinan multidimensional tertinggi dari beberapa subsektor lain yang diusahakan. Rumah tangga tani secara signifikan berpeluang besar menjadi miskin secara multidimensional pada rumah tangga tani yang tinggal di Kabupaten Pandeglang, kepala rumah tangga berusia terlalu muda atau lansia, memiliki banyak individu dalam rumah tangga, memiliki banyak tenaga kerja dengan pendidikan rendah, memiliki usahatani tanpa bantuan buruh dibayar, pendapatan utama rumah tangga dari sektor pertanian, dan tidak memiliki akses kredit formal, sedangkan subsektor yang diusahakan serta gender kepala rumah tangga tidak berhubungan signifikan dengan kemiskinan multidimensional.

In general, there are two approaches to measuring the level of poverty, namely the monetary (uni-dimensional) and multidimensional approaches. The problem of poverty explored through a multidimensional approach will provide a better comprehensive understanding as was done in this research. Multidimensional poverty of farm households will be analyzed in the poorest districts in Java, namely Indramayu Regency, Kebumen Regency, Kulon Progo Regency, Sampang Regency, and Pandeglang Regency at district level and subsector. Alkire Foster's method was used to analyze multidimensional poverty. Logistical analyses were used to find the determinants of multidimensional poverty. The results show that farm households in Pandeglang Regency have the highest multidimensional poverty rate. The plantation subsector is the subsector with the highest level of multidimensional poverty compared to several other subsectors farm households have a greater chance of experiencing multidimensional poverty if they are in Pandeglang Regency, have a head of household who is too young or elderly, have a large households size, have many labors with low education, have farming without paid labor, have a primary income from the agricultural sector, and do not have access to formal kredit while the subsector cultivated and the gender of the head of the household are not significantly related to multidimensional poverty.

Kata Kunci : Kemiskinan Multidimensional, metode Alkire Foster, determinan kemiskinan

  1. S2-2024-489253-abstract.pdf  
  2. S2-2024-489253-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-489253-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-489253-title.pdf