Inventarisasi sumberdaya lahan arahan konservasi tanah DAS Kedungkeris kecamatan Nglipar kab. Dati II Gunung Kidul propinsi DIY
Maryana, Drs. Tukidal Yunianto, M.Sc.; Drs. Suratman, M.Sc.
1994 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDaerah penelitian merupakan Daerah Aliran Sungai Kedungkeris yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Dati II Gunung Kidul. Kondisi fisik daerah penelitian sangat bervariasi, sehingga sumberdaya lahan dan kemampuan lahan ber-variasi pula. Bentuk penggunaan lahan sudah seharus¬nya disesuaikan dengan sumberdaya lahan dan kemampuan la¬hannya, karena hal ini diharapkan lahan dapat dimanfaat¬kan dan memberikan hasil yang optimal dengan tanpa atau sedikit menimbulkan kerusakan lahan dalam waktu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah (I) menginventari¬sasi sumberdaya lahan dengan satuan lahan sebagai satuan evaluasi, (2) menentukan kelas dan sub-kelas kemampuan lahan serta persebarannya, (3) menyusun arahan konservasi tanah sesuai dengan kemampuan lahannya. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan bentangla¬han dengan satuan lahan sebagai satuan analisis dan satu¬an pemetaan. Metode yang dipakai adalah metode survei dan teknik pengambilan sampel dilaksanakan secara "Stratified Purposive Sampling- dengan stratanya adalah satuan lahan. Satuan lahan diperoleh dari interpretasi foto udara infra merah berwarna semu skala 1:30.000, th. 1981 dengan mem¬perhatikan mengenai informasi bentuklahan, batuan, tanah, lereng dan penggunaan lahan. Inventarisasi sumberdaya la¬han dan kemampuan lahan dilakukan dengan metode DSIR New Zealand pada setiap satuan lahan dengan kriteria penentu inventarisasi sumberdaya lahan dan klasifikasi kemampuan lahan. Hasil inventarisasi sumberdaya lahan menunjukkan bahwa lahan sangat kompleks, seluas 855,42 ha atau 84,08 % dari luas daerah penelitian dapat dikembangkan untuk usaha pertanian, sedikit/tanpa teras (kelas III-VI) yang meliputi sistem bentuklahan Aluvial facet bentukan su-ngai, sub sistem aluvio/koluvial facet lereng kaki dan sebagian sub sistem perbukitan facet igir berdataran. Da-erah yang tidak dapat dikembangkan untuk usaha pertanian (kelas VII-VIII) meliputi areal seluas 472,43 ha 35.09 % dari daerah penelitian yang terdapat pada sistem bentuk¬lahan perbukitan facet kaki bukit bergerigi, facet bukit curam dan facet dataran antar perbukitan untuk hutan lindung atau tanaman tertentu. Daerah penelitian mempunyai relief berbukit dan faktor pembatas lahan adalah lereng, tanah, erosi bahan kasar di permukaan dan pada profil. Faktor pembatas erosi dan tanah terdapat hampir di semua wi-layah penelitian, sehingga faktor pembatas tersebut perlu lebih diperha¬tikan agar sumberdaya lahan dapat lestari dan dapat dimanfaatkan dengan baik, yakni dilakukan dengan konser¬vasi tanah dan penggunaan lahan yang sesuai dengan kemampuan lahannya.
-
Kata Kunci : Sumberdaya lahan, Konservasi tanah,Gunungkidul,DIY