Laporkan Masalah

ANALISIS PENGARUH SKOR ENVIRONMENTAL, SOCIAL AND GOVERNANCE (ESG) TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN BIAYA MODAL PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI DI ASIA TENGGARA

Sakina Wihantari Sahara Putri, Dr. Erni Ekawati, MBA.

2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Perubahan iklim global yang semakin signifikan akibat aktivitas manusia yang tidak seimbang telah mendorong negara dan organisasi dunia untuk membuat kebijakan mitigasi, termasuk implementasi ESG yang dianggap mampu menciptakan nilai dan perkembangan bisnis berkelanjutan dengan manajemen risiko yang baik. Perusahaan sektor energi khususnya wilayah Asia Tenggara memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca, sehingga diharapkan penerapan ESG mampu menekan dampak negatif ini secara signifikan sekaligus meningkatkan profitabilitas dan nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan 274 data observasi dari 76 perusahaan sektor energi di Asia Tenggara dengan rentang tahun 2017-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor ESG tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA, ROE, Tobin's Q). Hal ini dikarenakan biaya tinggi dan kompleksitas implementasi ESG serta fokus investor pada pengembalian jangka pendek. Selain itu, skor ESG juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel biaya modal. Hal ini menunjukkan implementasi ESG tidak menjadi pertimbagan investor maupun pemberi dana dalam melakukan kegiatan investasi. Para penanam modal cenderung berfokus pada kemampuan perusahaan melakukan pengembalian. Investor belum beranggapan implementasi ESG mampu mengurangi risiko sistemik perusahaan yang akhirnya menurunkan keseluruhan biaya modal. Namun, pengaruh signifikan diperoleh dari faktor individual tata kelola (G) terhadap WACC. Oleh karena implementasi ESG di Asia Tenggara masih rendah serta kompleksnya transformasi yang harus dilakukan untuk meningkatkan nilai E dan S, maka investor menilai setidaknya perusahaan sektor energi di Asia Tenggara memiliki tata kelola dan manajemen yang baik untuk mendapatkan kemudahan investasi.  Perusahaan sektor energi di Asia Tenggara masih menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan ESG secara efektif untuk mencapai tujuan teoritis penerapan ESG berupa peningkatan kinerja keuangan dan penurunan biaya modal. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan diperlukan untuk mencapai hasil yang lebih baik di masa mendatang.

The growing impact of global climate change due to unbalanced human activities has led nations and international organizations to create mitigation policies, including the adoption of ESG (Environmental, Social and Governance) principles. ESG is believed to generate value and promote sustainable business development with effective risk management. Energy sector companies, especially in Southeast Asia, contribute significantly to the increase in greenhouse gas emissions. Therefore, the implementation of ESG is expected to substantially reduce this negative impact while improving profitability and corporate value. This research analyzes 274 observational data points from 76 energy sector companies in Southeast Asia from 2017 to 2022. The findings indicate that ESG scores do not significantly affect financial performance indicators such as ROA, ROE, and Tobin's Q. This lack of impact is attributed to the high costs and complexity of ESG implementation, as well as investors' focus on short-term returns. Additionally, ESG scores do not have a significant impact on capital cost variables. This indicates that ESG implementation is not a consideration for investors or lenders in their investment activities. Investors tend to focus on the company's ability to generate returns. Investors do not yet believe that ESG implementation can reduce the company's systemic risk, which would ultimately lower the overall cost of capital. However, a significant influence was found from the individual factor of governance (G) on WACC. Given the current low level of ESG implementation in Southeast Asia and the complexity of the required transformations to improve the E and S values, investors believe that energy sector companies in Southeast Asia should at least have strong governance and management to attract investments. These companies still face challenges in effectively implementing ESG to achieve the theoretical goals of improved financial performance and reduced cost of capital. Therefore, a more integrated and sustainable approach is essential for achieving better outcomes in the future.

Kata Kunci : ESG, kinerja keuangan, biaya modal, perusahaan sektor energi, Asia Tenggara.

  1. S2-2024-484191-abstract.pdf  
  2. S2-2024-484191-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-484191-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-484191-title.pdf