Analisis Tekno-ekonomi dan Analisis Daur Hidup (LCA) Proses Produksi Blue Ammonia
Eka Herawati, Ir. Muhammad Mufti Azis, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.; Prof. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU.
2024 | Tesis | MAGISTER TEKNIK PENGENDALIAN PENCEMARAN INDUSTRIAL
Dekarbonisasi industri ammonia sering dianggap
langkah penting untuk mengurangi emisi dari sektor Industrial Process and
Product Use (IPPU). Dekarbonisasi pada industri ammonia didorong
oleh Nationally Determined Contribution (NDC) dengan melakukan
peningkatan efisiensi melalui optimasi pemanfaatan gas bumi (feedstock)
dan CO2 recovery pada Primary Reformer dan dokumen NDC
Indonesia tahun 2022, Indonesia berambisi untuk menurunkan emisi GRK pada
industri ammonia dengan mematok target penurunan sebesar 3,95 MT CO2
dan sebesar 4,65 MT CO2 dengan bantuan Internasional. Salah satu
cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan teknologi Carbon
Capture and Storage (CCS) dengan industri ammonia untuk menghasilkan
blue ammonia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi dampak ekonomi dan lingkungan dari produksi blue ammonia.
Hasil penelitian didapatkan bahwa simulasi penangkapan CO2 dari flue
gas industri ammonia menggunakan Aspen HYSYS dan didapatkan
efisiensi penangkapan karbon sebesar 99,6?ngan kemurnian produk CO2
mencapai 97%. Selain itu, hasil perhitungan Levelized Cost of Ammonia
(LCOA) didapatkan peningkatan harga jual blue
ammonia, namun masih berada di kisaran yang menarik dan cukup kompetitif
serta sejalan dengan harga yang berlaku di pasaran. Kenaikan harga tersebut
diakibatkan adanya penambahan teknologi CCS yang diintegrasikan pada industri ammonia.
Blue ammonia memiliki nilai perhitungan IRR sebesar 24,054%, nilai ini
lebih besar daripada suku bunga bank, sehingga dapat dikatakan bahwa investasi
ini menarik. Pada dampak lingkungan, hasil perhitungan Life Cycle Assessment
(LCA) didapatkan bahwa implementasi teknologi CCS mampu menurunkan beberapa
kategori dampak, salah satunya penurunan signifikan terhadap kategori Global
Warming Potential (GWP) hingga 61%. Oleh karena itu, dengan skema insentif
yang tepat, kami percaya bahwa produksi blue ammonia dapat
menjadi pilihan yang menurunkan emisi selama era transisi energi.
Decarbonization
of the ammonia industry is often considered an important step to reduce
emissions from the Industrial Process and Product Use (IPPU) sector.
Decarbonization of the ammonia industry is driven by the Nationally Determined
Contribution (NDC) by improving efficiency through optimization of natural gas
utilization (feedstock) and CO2 recovery in the Primary Reformer and
Indonesia's 2022 NDC document, Indonesia is ambitious to reduce GHG emissions
in the ammonia industry by setting a reduction target of 3.95 MT CO2
and by 4.65 MT CO2 with international assistance. One of the ways that can be
done is by integrating Carbon Capture and Storage (CCS) technology with the
ammonia industry to produce blue ammonia. This study aims to evaluate the
economic and environmental impacts of producing blue ammonia. The results
showed that the simulation of CO2 capture from flue gas of ammonia industry
using Aspen HYSYS obtained a carbon capture efficiency of 99.6% with CO2
product purity reaching 97%. In addition, the results of the calculation of
Levelized Cost of Ammonia (LCOA) obtained an increase in the selling price of
blue ammonia, but still in an attractive range and quite competitive and in
line with the prevailing prices in the market. The price increase is due to the
addition of CCS technology integrated into the ammonia industry. Blue ammonia
has an IRR calculation value of 24.054%, this value is greater than the bank
interest rate, so it can be said that this investment is attractive. On
environmental impacts, the results of the Life Cycle Assessment (LCA)
calculation found that the implementation of CCS technology is able to reduce
several impact categories, one of which is a significant reduction in the Global
Warming Potential (GWP) category by 61%. Therefore, with the right incentive
scheme, we believe that blue ammonia production can be an option that reduces
emissions during the energy transition era.
Kata Kunci : Blue Ammonia, Carbon Capture and Storage, Techno-economics Analysis, Life Cycle Assessment