Laporkan Masalah

Kajian kemampuan data digital multispektral spot dalam membedakan berbagai jenis atap bangunan di kodya Surakarta dan sekitarnya

Niendyawati, Drs. Dulbahri

1991 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian dalam Penginderaan Jauh tidak saja harus merupakan penelitian terapan, tetapi juga harus dipikir¬kan mengenai yang bersifat murni, karena penelitian murni dapat dijadikan landasan titik tolak dan "jembatan" dalam menerapkan prinsip-prinsip penginderaan jauh untuk tujuan tertentu. Seperti dalam penelitian ini, dicoba membuka kemungkinan-kemungkinan baru dalam pemerolehan data dan informasi sumber daya dari peyadapan data digital XS SPOT. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kemampuan data digital XS SPOT dalam membedakan jenis materi atap (gen¬teng, seng, sirap, asbes) dan umur relatif (lama dan ba¬ru). Daerah penelitian yang diambil adalah Kodya Surakarta dan sekitarnya, maksudnya, dalam pengambilan sampel tidak terbatas pada batas administrasi Kodya Surakarta tetapi ada yang melewati batas administrasi demi kelengkapan data. Walaupun begitu penelitian ini dibatasi pada 1100 46' - 1100 52'27" BT dan 70 31' 29" - 70 35' 57" LS. Data hasil kerja lapangan yang berupa jenis materi dan umur atap bangunan dicari nilai kecerahannya pada data digital XS SPOT. Pengukuran nilai kecerahan secara multispektral dan dengan pendekatan numeris memungkinkan penerapan analisis multivariat menggunakan fungsi diskriminan. Pada prinsipnya analisis ini dipergunakan untuk menentukan apakah antara obyek satu dengan lainnya dapat dibedakan, dilakukan pengukuran dengan beberapa peubah sekaligus, dalam hal ini 3 saluran spektral SPOT. Tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0,01. Hasilnya, data digital SPOT dapat digunakan untuk membedakan dan mengenali perbedaan jenis materi atap dan umurnya dengan baik. Sebagian besar target yang dipilih dapat dibedakan, walau masih ada beberapa obyek yang mempunyai tampalan nilai pada ketiga saluran, yaitu genteng lama dengan sirap baru tetapi nilai rerata genteng lama pada XS-1 lebih tinggi dibanding nilai rerata sirap baru, sedangkan untuk XS-2 dan XS-3 reratanya hampir sama. Dengan analisis menggunakan fungsi diskriminan kedua obyek dapat dibedakan dengan tegas. Jadi meskipun secara spektral agak sulit dibedakan, dengan analisis statistik fungsi diskriminan dapat jelas dibedakan.

-

Kata Kunci : Data Digital Multispektral,Surakarta,Jawa Tengah

  1. S1-1991-2763-Niendyawati_abstract.pdf  
  2. S1-1991-2763-Niendyawati_bibliography.pdf  
  3. S1-1991-2763-Niendyawati_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1991-2763-Niendyawati_title.pdf