Makna Pengalaman dalam Permainan esports Counter Strike: Global Offensive Menurut Pendidikan Progresif John Dewey
LARAS SEKAR AYU, Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum ; Dr. Hastanti Widy Nugroho
2024 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Globalisasi memungkinkan individu
untuk bebas berselancar di internet, di mana berbagai macam media dapat menjadi
sumber pembelajaran, termasuk online game seperti Counter Strike:
Global Offensive. Namun, tantangan yang dihadapi oleh individu yang bermain
sering kali berkaitan dengan apa yang permainan tersebut tawarkan selain
sebagai media hiburan. Hal ini dapat menjadi ancaman bagi individu yang terus
bermain tanpa kesadaran akan manfaat yang didapatkan dari permainan tersebut.
Penelitian ini berupaya menjawab
tantangan globalisasi tersebut secara deskriptif-filosofis dengan menganalisis makna
pengalaman dalam permainan esports Counter Strike: Global Offensive melalui
mekanisme kerja, kebebasan, dan problematika filsafat pendidikan yang muncul.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan analisis dan refleksi kritis
terhadap pendidikan progresif John Dewey dalam melihat makna pengalaman dalam
permainan esports Counter Strike: Global Offensive.
Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dalam bidang filsafat dengan pendekatan hermeneutika filosofis, yang
melibatkan unsur-unsur deskriptif, interpretasi, heuristika, dan refleksi
kritis. Alur penelitian ini bertujuan untuk memperoleh analisis kritis
pendidikan progresif John Dewey terhadap makna pengalaman dalam permainan esports
Counter Strike: Global Offensive.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
masalah makna pengalaman dalam permainan esports Counter Strike: Global Offensive
berkaitan erat dengan kriteria pengalaman yang dimaksud dalam pendidikan
progresif John Dewey. Pertama, masalah terkait Counter Strike: Global
Offensive sebagai esports—bagaimana individu bermain dan
berinteraksi dalam dunia virtual. Kedua, masalah dalam mengidentifikasi
pengalaman dalam Counter Strike: Global Offensive—bagaimana sebuah
permainan virtual dapat menghasilkan pengalaman yang dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Ketiga, masalah pengembangan keterampilan
individu—sebagai permainan yang lekat dengan hiburan bagi individu yang
memainkannya.
As
a part of globalization, the internet has allowed people to dive and learn more
about anything. Counter Strike: Global Offensive as an online game has become a
medium for any individual to entertain themselves. However, rather than using
online game as an entertainment, individuals often faced by a question about
what the game can offer apart from being a medium of entertainment. The study
proposes integrating John Dewey’s progressive education with the Concept of
Experience in the esports game Counter Strike: Global Offensive through the
working mechanism, freedom, and issues in educational philosophy.
The qualitative research philosophy
methods used in this study are regarding actual problems and using the
philosophical hermeneutics method. The study applies philosophical hermeneutics
elements of descriptiveness, interpretation, heuristics, and critical
reflection. The streams of this study were used to obtain results of a critical
analysis of John Dewey’s progressive education on the concept of experience in
the esports game Counter Strike: Global Offensive.
The result of this study showed that
the problem with concept of experience in the esports game Counter Strike:
Global Offensive are integrated into criteria of experience that referred by
John Dewey’s progressive education. First, the problem with Counter Strike:
Global Offensive as esports—how individuals play and interact with the virtual
world. Second, identifying problem of experience in Counter Strike: Global
Offensive—how online games can develop experience that can used in everyday
life. Third, the problem of developing individual skills—with the game who are
often with being a medium of entertainment.
Kata Kunci : Globalisasi, Hiburan, Pengalaman, esports, Counter Strike: Global Offensive, Pendidikan Progresif, John Dewey