Pemanfaatan airtanah untuk memenuhi kebutuhan air pada industri tapioka desa Ngemplak Kidul kecamatan margoyasan kabupaten Pati Jawa Tengah, suatu tinjauan hidrologi
Heri Riyanto, Drs. Darmakusuma Darmanto, Dip.H.; M.S.
1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANIndustri tapioka Desa Ngemplakkidul Kecamatan Margoyoso kabupaten Pati mengolah ubi kayu menjadi tepung tapioka. Pada proses pengolahannya banyak digunakan air dalam memisahkan sari pati dari ampasnya. Kebutuhan air pada kawasan ini dipenuhi dari akiferair tanah dangkal melalui pemompaan. Berdasarkan Peta. Pemintakatan Airtanah Pantai Utara. Jawa skala 1 : 500.000, Bappeda Jawa Tengah 1990 kawasan industri tapioka desa Ngemplakkidul berada pada akifer dengan produktivitas kecil, setempat dan daerah airtanah langka. Bertitik tolak dari hal di atas penyusun mencoba melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui kemampuan airtanah dangkal kawasan industri tapioka Desa Ngem¬plakkidul dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan air untuk industri tapioka baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Pada penelitian ini dilakukan observasi, pengukuran lapangan dan analisa laboratorium. Pengukuran lapangan meliputi pengukuran secara langsung karakteristik airta¬nah dangkal, pengukuran kebutuhan air untuk industri ta¬pioka, pengukuran kebutuhan air untuk kebutuhan rumah tangga serta melakukan wawancara baik dengan pamong mau¬pun sejumlah pengusaha. Analisa laboratorium meliputi analisa kualitas airtanah terutama sifat fisik dan kimia. Karakteristik akifer airtanah dangkal diketahui dengan uji pemompaan terhadap dua buah sumur. Pada pemom¬paan ini metode pemompaan yang digunakan adalah metode pemulihan Theis. Kualitas airtanah ditentukan dengan me¬nganalisa enam sampel airtanah dari sumur-sumur yang di¬gunakan untuk keperluan industri. Sampel diambil dengan metode sistematik random sampling. Untuk menentukan besar kebutuhan airtanah baik untuk industri tapioka maupun untuk rumah tangga sampel diambil dengan metode strati¬fied random sampling. Dasar stratifikasi dalam menentukan besar kebutuhan airtanah untuk industri tapioka adalah kekuatan mesin penggerak (PK) yang digunakan dalam proses produksi, sedang golongan pekerjaan merupakan da.sar stratifikasi untuk menentukan besar kebutuhan airtanah untuk rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantita¬tif akifer airtanah dangkal kawasan industri tapioka ti¬dak mampu memenuhi kebutuhan air untuk industri. Kebutuh¬an air untuk industri tapioka sebesar 1915,85 m3/hari, sedangkan volume air yang tersedia dengan memperhitungkan kebutuhan air untuk rumah tangga sebesar 715,88 m3/hari. Namun demikian secara kualitatif airtanah dangkal pada kawasan ini dapat memenuhi kebutuhan industri tapioka.
-
Kata Kunci : Airtanah,Kebutuhan Air,Industri Tapioka,Margoyoso,Pati,Jawa Tengah