Kajian citra shuttle imaging radar A (Sir-A) berskala 1 : 250.000 untuk pemetaan bentuk lahan tingkat tinjau di sebagian daerah pegunungan Selatan, Jawa Barat
Hendri Agusti, Drs. Dulbahri
1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenggunaan citra penginderaan jauh yang menggunakan tenaga matahari sebagai sumber tenaganya untuk menyadap data bentuklahan selalu terhambat oleh tutupan awan. Citra radar dapat dihandalkan untuk mengatasi keadaan tutupan awan tersebut karena citra radar bebas dari tutupan awan, selain itu citra radar dapat mempertajam kenampakan relief permukaan bumi dan liputannya yang relatif luas dapat memberikan kenampakan secara regional. Hal ini memungkinam citra radar dapat digunakan sebagai sumber data untuk pemetaan bentuklahan tingkat tinjau di sebagian daerah Pegunungan selatan Jawa Barat. Citra radar yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra Shuttle Imaging Radar-A (SIR-A) berskala 1 : 250 000. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat peta bentuklahan tingkat tinjau di sebagian daerah Pegunungan Selatan Jawa Barat berdasarkan citra SIR-A berskala 1: 250 000, menguji ketelitian dan tingkat kemudahan interpretasi dan pemetaan bentuklahan tingkat tinjau di daerah penelitian. Daerah penelitian merupakan sebagian daerah Pegunun¬gan Selatan Jawa Barat yang sebagian termasuk Kabupaten Sukabumi dan sebagian lagi masuk Kabupaten Cianjur. Metode yang diqunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi citra SIR-A secara manual dibantu dengan data bantu dan uji medan. Dari penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut: bentuklahan yang dapat dikenali dari citra SIR-A yaitu bentuklahan Gawir sesar terkikis sedang, Gawir sesar terkikis berat, Pegunungan antiklinal terkikis sedang, Pegunungan antiklinal terkikis berat, Pegunungan monokloinal terkikis sedang, Pegunungan monoklinal terkikis berat, Dataran tinggi terkikis ringan, Dataran tanggi terkikis sedang, Lereng gunungapi terkikis berat, Kaki gunungapi terkikis sedang, Dataran fluvial gunungapi, Pegunungan denudasional terkikis berat, Bukit terisolasi terkikis sedang, Lereng kaki, Dataran fluvial sungai, Tombolo dan Dataran aluvial pantai. Hasil uji ketelitian pemetaan bentuklahan di daerah penelitian didapatkan rata-rata ketelitian pemetaan >80%. dan dari hasil uji ketelitian interpretasi benuklahan diperoleh rata-rata ketelitian interpretasi >80%. Menurut A. Kannegieter dan H.G.J. Huizing (1984) nilai uji ketelitian >80% termasuk baik. Hasil penilaian tingkat kemudahan interpretasi bentuklahan di daerah penelitian didapatkan 13 ben-tuklahan mudah dikenali pada citra SIR-A, 11 bentuklahan agak mudah dikenali pada citra SIR-A dan empat (4) bentuklahan sulit untuk dikenali pada citra SIR-A atau hanya dapat dikenali dari uji lapangan.
-
Kata Kunci : Pemetaan bentuklahan,Penginderaan jauh,Citra Shuttle Imaging Radar-A,Cianjur,Sukabumi,Jawa Barat