Pola konsumsi air untuk keperluan rumah tangga di kotamadya Yogyakarta
Erlina, Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc
1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenduduk Kotamadya Yogyakarta yang teryata bertambah tiap tahunnya, mempunyai kondisi sosial ekonomi yang berbeda-beda yang tercermin dari variasi jenis matapen¬cahariannya. Adanya variasi tersebut akan berpengaruh terhadap pola konsumsi air minum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kon¬sumsi air minum di Kotamadya Yogyakarta. Pola konsumsi air minum di daerah penelitian diketahui dengan mempe¬lajari berapa besar rerata konsumsi air minum per kapita per hari, variasi waktu dan macam penggunaannya, serta faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan penggunaan air minum. Metode penelitian yang digunakan dipilahkan menjadi empat bagian. Pemilihan daerah sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Pemilihan responden dilakukan dengan cara stratified random sampling yang menggunakan jenis matapencaharian sebagai stratanya. Metode pe¬ngumpulan data dengan teknik wawancara langsung pada responden. Sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik dengan teknik regresi linier berganda serta korelasinya. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa sampai derajat kepercayaan 95% didapatkan koefisien korelasi determinasi (R2) sebesar 0,48. Hal ini berarti besar konsumsi air minum per kapita per hari 48% berturut-turut dipengaruhi oleh faktor jumlah anggota keluarga, pendi¬dikan kepala keluarga, cara pengambilan air minum dan letak sumber air minum. Besar konsumsi air minum per kapita per hari juga berbeda menurut jenis matapencahari¬an kepala keluarga. Hasil perhitungan menunjukkan rerata konsumsi air minum per kapita per hari sebesar 198 liter. Macam dan rerata besar penggunaan air per hari terbanyak (46,85%) untuk mandi dan WC, terkecil (0,9%) untuk men¬cuci kendaraan. Penggunaan air terbanyak (51,70%) ber¬langsung sekitar jam 04.00 -10.00, dan'terkecil (2,20%) digunakan sekitar jam 20.00 - 04.00. Daerah penelitian mempunyai pola konsumsi air minum yang bervariasi sesuai dengan jenis matapencaharian pe¬makaianya. Pegawai atau ABRI mempunyai rerata konsumsi per kapita tertinggi yaitu 251 liter per hari, sedangkan terendah yaitu 150,5 liter dikonsumsi oleh Tukang atau Buruh. Terdapat korelasi positif yang sangat berarti antara besar konsumsi air minum dengan pendidikan kepala keluarga, cara mendapatkan air minum dan lokasi sumber air minum. Besar konsumsi berkorelasi negatif dengan jumlah anggota keluarga.
-
Kata Kunci : Konsumsi air rumah tangga,DIY