Tinjauan geografi tanah dan pertanian sistem surjan di daerah aluvial pantai antar sungai Progo dan sungai Serang kabupaten Kulonprogo
Nanang Legowo, Drs. Tukidal Yunianto, M.Sc.
1990 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDaerah penelitian merupakan dataran aluvial pantai antara Sungai Progo dan Sungai Serang, Kabupaten Daerah Tingkat II Kulon Progo, sebelah utara berbatasan dengan Perbukitan Formasi Sentolo, sedangkan sebelah selatan ber¬batasan dengan beting gisik (beach ridge) sepanjang pantai Samudera Hindia. Daerah ini juga merupakan bagian dari pla¬to selatan Jawa Tengah yang mengalami patahan dan tenggelam di bawah permukaan laut, yang kemudian tertutup endapan su¬ngai dan endapan laut berumur Kuarter. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari: (1) sifat¬sifat tanah; (2) pembentukan tanah dan agihannya; serta (3) cara-cara pengolahan tanah sistem surjan. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan interpre¬tasi foto udara, pemerian tanah dengan cara membuat profil tanah, penyidikan profil tanah di lapangan, dan pengambilan contoh tanah untuk analisis laboratorium, serta analisis agro-ekonomi sistem surjan dari data sekunder. Jumlah pro¬fil tanah sebanyak 14 dan diambil 38 contoh tanah untuk ana¬lisis laboratorium meliputi kadar lengas, agihan besar bu¬tir, angka-angka Atterberg, berat butir, berat isi, kandung¬an bahan organik, pH, daya hantar listrik, kejenuhan basa, kapasitas penukaran kation, kadar nitrogen, fosfor, kalium, dan kapur setara tanah. Agihan variabel sifat morfologis, sifat fisik, dan si¬fat kimia tanah pada arah tegak lurus garis pantai dan men¬jauhi garis pantai, sampai dengan satuan bentuklahan Beting Gisik, mempunyai condong (trend) tertentu (condong naik atau turun). Kadar lengas, debu, lempung, angka-angka Atterberg, bahan organik, dan kapasitas penukaran kation mempunyai con¬dong naik, sedangkan pH tanah dan kandungan pasir mempunyai condong turun. Pada satuan bentuklahan Dataran Aluvial de¬ngan Rawa Belakang sifat-sifat fisik dan kimia tanah berva¬riasi. Pembentukan dan perkembangan tanah pada satuan bentuk¬lahan Dataran Aluvial dengan Rawa Belakang dan Tasik/antasan secara tidak langsung dipengaruhi proses fluvial, sedangkan pada satuan bentuklahan Beting Gisik dan Gumuk Pasir Tidak Aktif atau Beting Gisik Barusan dipengaruhi proses marin dan marin-eolin. Pertanian sistem surjan merupakan realisasi dari usa¬ha petani untuk mengatasi hambatan ekologis, meningkatkan produktivitas tanah dan penduduk, serta memberikan penda¬patan petani per hektar per tahun lebih besar daripada pen¬dapatan petani bukan sistem surjan.
-
Kata Kunci : Geografi Tanah,sistem pertanian,Sistem Surjan,Aluvial pantai,Kulonprogo,DIY