Laporkan Masalah

VALIDASI SKOR UGM CARD DALAM MEMPREDIKSI MORTALITAS PASKA OPERASI BEDAH JANTUNG DEWASA DAN PERFORMANYA DIBANDINGKAN EUROSCORE II DI RSUP DR SARDJITO

ADIJAYA DITA PRATAMA, dr. Bhirowo Yudho Pratomo, Sp.An-TI, Subsp.An.KV(K) ; Dr. dr. Juni Kurniawaty Sp.An-TI, M. Sc, Subsp.An.KV(K)

2024 | Tesis-Spesialis | S2 Anestesiologi

Latar Belakang: Prediksi risiko morbiditas dan mortalitas sudah digunakan dalam dunia bedah jantung lebih dari 30 tahun yang lalu. Model prediksi dapat menilai stratifikasi risiko sehingga dapat menjadi pertimbangan pemilihan tindakan yang tepat dan juga membantu dalam informed consent pada pasien. Salah satu model prediksi yang banyak dipakai adalah EuroSCORE II. EuroSCORE II sudah di validasi dan dipakai di berbagai negara, namun pada populasi Indonesia tingkat kalibrasi nya lemah. Pengembangan model skor baru yang dinamakan UGM card dikembangkan oleh Kurniawaty J. (2022) untuk menilai mortalitas di dalam rumah sakit pada pasien bedah jantung dewasa di Indonesia. Agar dapat dipakai secara luas, perlu dilakukan validasi skor baru tersebut.

Tujuan: Untuk melakukan validasi UGM card sebagai faktor prediktor kematian pasien paska operasi jantung dewasa di RSUP Dr. Sardjito.

Metode: Penelitian dengan metode studi observasional kohort retrospektif denganmengambil data sekunder dari rekam medis pasien operasi bedah jantung dewasa yang dirawat di RSUP DR. Sardjito pada periode 1 Januari 2022 sampai 1 Januari 2023. Pasien dilakukan skoring Euroscore II dan skor UGM card saat pre operasi dan kejadian mortalitas selama di rumah sakit, kemudian dikumpulkan untuk dibandingkan menggunakan kurva ROC dan uji Hosmer-Lemeshow.

Hasil: Mortalitas aktual pasien adalah 10,86%. Analisis menggunakan ROC menunjukkan UGM Card memiliki kemampuan diskriminasi yang lebih baik (AUC 0,976; 95% CI 0,953 – 0,999) dibanding EuroSCORE II (AUC 0,798; 0,681 –0,915). Uji Hosmer-Lemeshow menunjukkan bahwa UGM Card memiliki kalibrasi yang baik (p=0,523), sementara EuroSCORE II memiliki kalibrasi yang buruk (p= 0,010). Akan tetapi, terjadi overestimation oleh EuroScore II pada kelompok pasien risiko menengah (decile 3 – 8) dan underestimation pada risiko yang lebih tinggi (decile 8 – 10).

Kesimpulan: UGM card memiliki kemampuan diskriminasi (AUC 0,976) dan kalibrasi (p = 0,523) yang lebih valid dibandingkan EuroSCORE II (AUC 0,798, p = 0,010) dalam memprediksi mortalitas di dalam rumah sakit pada pasien bedah jantung dewasa di RSUP Dr. Sardjito.

Background: Morbidity and mortality risk prediction has been used in cardiac  surgery for more than 30 years. Prediction models can assess risk stratification so  that it can be a consideration for choosing the right action and also help in  informed consent in patients. One of the widely used prediction models is  EuroSCORE II. EuroSCORE II has been validated and used in various countries,  but in the Indonesian population the calibration level is weak. The development of  a new score model called UGM card was developed by Kurniawaty J. (2022) to  assess in-hospital mortality in adult cardiac surgery patients in Indonesia. In order  to be widely used, it is necessary to validate the new score. 

Objective: To validate the UGM card as a predictor of death in adult post-cardiac surgery  patients at Dr. Sardjito. 

Methods: The study used a retrospective cohort observational study method by  taking secondary data from the medical records of adult cardiac surgery patients  admitted to Dr. Sardjito Hospital in the period January 1, 2022 to January 1, 2023.  Patients were scored Euroscore II and UGM card score during preoperative and  mortality events during hospitalization, then collected to be compared using ROC  curve and Hosmer-Lemeshow Test. 

Results: Observed mortality rate was 10.86%. ROC analysis revealed that UGM  Card exhibited superior discrimination ability (AUC 0.976; 95% CI 0.953 – 0,999)  in comparison to EuroSCORE II (AUC 0.798; 0.681 - 0.915). The Hosmer- Lemeshow The Hosmer-Lemeshow test demonstrated that the UGM Card exhibited  satisfactory calibration (p=0.523), whereas the EuroSCORE II displayed poor calibration (p=0.010).. However, EuroSCORE II exhibited overestimation in the  intermediate risk patient group (decile 3-8) and underestimation in the higher risk group (decile 8-9). 

Conclusion: UGM card has more valid discrimination (AUC 0,976) and  calibration (p = 0,523) ability than EuroSCORE II (AUC 0,798, p = 0,010) in  predicting in-hospital mortality in adult cardiac surgery patients at Dr. Sardjito  Hospital. 

Kata Kunci : EuroSCORE II, UGM card, prediktor kematian

  1. SPESIALIS-2024-468422-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2024-468422-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2024-468422-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2024-468422-title.pdf