Validitas pemeriksaan sitologi eosinofil mukosa hidung metode sikatan untuk diagnosis rinitis alergi
NUGRAHA, Bima Wisnu, dr. Kartono Sudarman, Sp.THT
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar Belakang Penelitian berdasarkan bahwa pemeriksaan sitologi eosinofil terbukti dapat dipakai untuk menegakkan diagnosis rinitis alergi (RA). Sel eosinofil pada inflamasi alergi terdapat pada sekret, intra-epitel dan sub mukosa cavum nasi. Kandungan sel eosinofil penderita RA intra-epitel lebih banyak ( 31,0 ± 32,6) dibanding pada secret (23,0 ± 23,2) padahal pemeriksaan eosinofil usapan mukosa hidung dengan kapas, spesimen yang didapat terbatas pada sekret dan permukaan mukosa hidung sehingga nilai diagnosisnya kurang optimal. Dibutuhkan uji validasi pemeriksaan sitologi eosinofil mukosa hidung metode sikatan (brushing) yang dapat mengambil spesimen lebih banyak dan mampu mengangkat lapisan epitel serta struktur jaringan lunak di bawahnya, sehingga diharapkan meningkatkan nilai diagnosis rinitis alergi. Pertanyaan penelitiannya adalah: Apakah pemeriksaan sitologi eosinofil mukosa hidung metode sikatan (brushing) mempunyai nilai diagnostik lebih baik dibanding metode usapan kapas untuk mendiagnosis rinitis alergi ? Tujuan Penelitian ini untuk menentukan nilai diagnosis pemeriksaan sitologi eosinofil mukosa hidung metode sikatan (brushing) dan untuk menentukan nilai cut off pemeriksaan sitologi eosinofil mukosa hidung metode sikatan (brushing). Metode penelitian yang digunakan adalah uji diagnosis dengan membandingkan nilai diagnosis pemeriksaan sitologi eosinofil metode sikatan dan nilai diagnosis sitologi metode usapan dibandingkan baku emas skin prick test. Diharapkan manfaat hasil penelitian ini jika terbukti nilai diagnosis sitologi sel eosinofil metode sikatan lebih baik dibanding metode usapan maka metode sikatan dapat dijadikan sebagai standar baru cara pengambilan spesimen pemeriksaan sitologi sel eosinofil menggantikan cara lama yaitu metode usapan.
The background of this research: Eosinophil cytology examination has been proven to be applicable for allergic rhinitis diagnosis. In allergic inflammations eosinophil cells are present on secretions, intra-epithelial and submucous of nasal cavity. It is found that allergic rhinitis patient has 31,0 ± 32,6 % eosinophil cell in epithelial and 23,0 ± 23,2 % eosinophil cell in secretions. The specimen got from swab examination is limitedly taken from secretions and nasal mucous superficial. Thus, diagnosis value of cotton swab method is less significant, validity of brushing method in cytology examination is needed to increase a proper diagnosis of allergic rhinitis. Since brushing method can provide more specimen taken from secretions, epithelial dan soft tissue structure. Objective: To determine the validity of diagnostic value of nasal mucous eosinophyl cytology examination by using brushing and the cut off value. The research method uses diagnostic test between diagnostic value of eosinophil cytology examination by using brushing and swab methods compare to gold standard. The significance of the research: If diagnostic value of eosinophil cytology using brushing method is more significant than using swab method, a new standard of the method for eosinophil cytology examination should be developed.
Kata Kunci : THT,Diagnosa Rinitis Alergi,Sitologi Sel Eosinofil,Metode Sikatan,Allergic rhinitis, eosinophil cell cytology, brushing method, diagnostic test, validity