Laporkan Masalah

PEMETAAN DAERAH POTENSIAL RUANG TERBUKA HIJAU KOTAMADYA BAU-BAU DENGAN CITRA SATELIT IKONOS DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

FAZATI, Drs. Senawi, MP

2007 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pertumbuhan kawasan perkotaan di Kotamadya Bau-Bau senantiasa mengalami pertumbuhan sebagai konsekuensi langsung dari keberhasilan pembangunab di segala bidang. Dampak yang ditimbulkan adalah semakin berkurangnya lahan hijau dan meningkatnya suhu perkotaan Kotamadya Bau-Bau serta timbulnya konflik horisontal akibat penetapan fungsi kawasan yang sepihak dari pemerintah. Penelitian ini bersifat terapan, yaitu memanfaatkan citra satelit IKONOS dan Sistem Infonnasi Geografis untuk memetakan sebaran Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kotamadya Bau-Bau dan membangun database lingkungan. Parameter yang dipakai dalam pengembangan RTH adalah suhu, kepadatan penduduk (berdasarkan kerapatan bangunan), fungsi kawasan serta penilaian masyarakat akan kebutuhan RTH. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola sebaran RTH, memetakan sebaran tingkat kepadatan penduduk, memetakan tingkat persebaran suhu dan mengetahui tingkat partisipasi dan pengetahuan masyarakat dalam penentuan RTH. Data pola dan persebaran RTH Kotamadya Bau-Bau diperoleh melalui interpretasi citra IKONOS. Proses interpretasi citra IKONOS dilakukan dengan bantuan program ENVI 3.6 dan Arc.View 3.2. Proses pembuatan peta dan analisis data hasil pengukuran suhu dan kepadatan penduduk serta pengetahuan masyarakat menggunakan komputer berbasis Sistem lnformasi Geografis. Berdasarkan hasil interpretasi citra IKONOS, penggunaan lahan Kota Bau-Bau didominasi oleh lahan terbuka seluas 4016,355 ha (30%), persawahan dan tegalan 3715, 12 ha (28%), pemukiman 2707,0 I 5 ha (20% ), perusahaan dan industri 1393,431 ha (10%), penggunaan lain 753,255 ha (6%), jasa 479,92 ha (4%), hutan 275,015 ha (2%) dan cagar budaya 42,037 ha (0%). Bentuk RTH yang dominan dan tersebar secara merata pada semua kecamatan adalah perkebunan dan tegalan seluas 3 715, 12 ha ( 46%) serta tanah kosong dan rumput seluas 4016,355 ha (51%). Rata-rata suhu hasil pengukuran lapangan pada 6 kecamatan menunjukkan 33°C pada siang hari dan suhu minimum pada pagi hari adalah 22°C. Tingkat pengetahuan dan partisipasi masyarakat berdasarkan hasil kuisioner masih rendah. Kawasan yang termasuk prioritas I (suhu tinggi, kepadatan penduduk tinggi) adalah kecamatan Murhum. Kawasan dengan prioritas II (suhu tinggi, kepadatan penduduk sedang-rendah) adalah kecamatan Bungi dan sebagian dari kecamatan Kokalukuna, Sedangkan kawasan non prioritas adalah kecamatan Wolio, Betoambari, sebagian Kokalukuna dan Sorawolio.

Growth of urban in Bau-Bau city ever experience of improvement, as direct consequence from development efficacy in all area. Impact generated by lessed green area and the increasing of urban temperature of Bau-Bau and also makes a horisontal conflik between the government and citizen of Bau-Bau. this an implementation reseacrh, which using IKONOS satelite imegery and Geographic Information System to map the disseminating of Bau-Bau Green Open Space (GOS) and also building environment database. Measuring in this reseacrh is temperature, densely populated (based on building proximate), fungtion of area, and people estimate about GOS needed. Disseminating pattern of Bau-Bau GOS obtained troughh interpretation of IKONOS imagery. The interpretation of IKONOS imagery conducted contructively by ENVI 3.6 and Arc. View 3.2. Mapping and data anlize use a computer peripheral base on Geographical Information System. Pursuant to interpretation of IKONOS imagery, Bau-Bau landuse predominated by clear area 4016,355 ha (30%), rice field and plantation 3715,12 ha (28%), company and industrial area 1393,431 ha (10%), service area 479,92 ha (4%), another used area 753,255 ha (4%), forest 275,012 ha (2%) and heritage area 42,037 ha (0%). Dominant GOS in Bau-Bau is rice field and plantation 3715,12 ha (46%) and clear area 4016,355 ha (51 %). Average temperature at 6 subdistrict is 33° C at daylight period and minimum temperature at morning period is 22°C. Classified of people estimate is low in rank. Potential area of incoming GOS in priority I ( high temperature, high densely populated) is Murhum subdistrict, Priority II areas ( high temperature, densely populated moderatae-low), is Bungi subdistrict and part of Kokalukuna subdistrict, non priority areas is Wolio subdistrict, Betoambari, and part ofKokalukuna and Sorawolio

Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, IKONOS, Sistem lnformasi Geografis, Bau-Bau

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf