POTENSI PERMUDAAN ALAM MAHONI (Swietenia sp.) di PETAK 16 WANAGAMA I GUNUNG KIDUL
TYAS RANTIKA ANGGRIYANI, Ir. Sukirno Dwiasmoro Prianto, M. P.
2007 | Skripsi | S1 KEHUTANANMahoni adalah tumbuhan yang termasuk dalam Familia Meliaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Mahoni merupakan salah satu jenis pohon yang terpilih untuk pembangunan HTI, karena merupakan kayu perdagangan yang mempunyai mutu baik untuk bahan baku industri kayu lapis dan kayu perkakas. Tegakan mahoni di Petak 16 Wanagama I Gunung Kidul diamati sudah terjadi permudaan alam. Meskipun demikian, sampai saat ini belum ada informasi mengenai potensi dan pola sebaran permudaan alam mahoni sebagai proses regenerasi tanaman mahoni serta faktor-faktor pendukung keberhasilan permudaan alam mahoni sehingga tindakan silvikultur yang tepat untuk diterapkan belum dilakukan. Pe,1elitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi permudaan alam mahoni, pola sebar.:m permudaan alam mahoni dan faktor-faktor pendukung terjadinya permudaan alam mahoni di Petak 16 Wanagama I Gunung Kidul. Penelitian ini dilakukan dengan metode sampling dengan membuat Petak Ukur (PU) bertingkat (nested plot) dalam jalur transek sepanjang 300 m. Petai<. Ukur bertingkat 20x20 m untuk inventarisasi permudaan tingkat po hon, PU I Ox 10 m untuk ti ngkat tiang. PU 5x5 m untuk tingkat sapihan dan PU 2x2 m untuk tingkat semai. Letak PU yang lebih kecil berada dalam PU yang lebih besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi permudaan alam mahoni pada tingkat semai mempunyai INP =ยท 85,67% dan tingkat sapihan mempunyai INP = 38, 15% masih relatif banyak dengan kondisi sebaran yang mengelompok di kawasan Petak 16 Wanagama I Gunung Kidul. Potensi permudaan tingkat tiang tidak ada. Sa\ah satu faktor pendukung terjadinya permudaan alam mahoni tersebut yaitu faktor cahaya matahari karena cahaya matahari merupakan salah satu faktor lingkungan makro yang akan mempengaruhi suhu dan kelembaban serta mempengaruhi keberadaan jenis tumbuhan lain untuk tumbuh di bawah tegakan mahoni.
Mahogany is a member of the Meliaceae family which has high economic value. It is choosen as a tree species for the development of Indusirial Plant Forest because it it has a good quality as commercial wood for the raw material of both plywood and furniture wood industry. In Compartment 16 Wanagama I Gunung Kidul it was observed that there had been mahogany natural regeneration. However, even up to now there had not been any sufficient information on the potential and distribution of the mahogany natural regeneration as a process of the mahogany regeneration and the supporting factors as well, so that the appropriate siliviculture act to apply is not carried out yet. The research aims in finding out the potential, the distribution and the supporting factors of mahogany natural regeneration in Compartment 16 Wanagama I Gunung Kidul. The research was carried out with sampling method by making nested plot along the 300 meters transect path. In each nested plot, it was inventoried for tree level on 20x20 meters, for pole level on 1Ox10 meters, for sapling level on 5x5 r.1eters and for seedling level on 2x2 meters. The smaller plot were located inside the bigger ones. The result showed that the potential of mahogany regeneration at the seedling level (IV1=85,67%) and the sapling level (IVI=38, 15%) was still high and thP. distribution was clustering in Compartment 16 Wanagama I Gunung Kidul. There's not any potential of regeneration in pole level. One of the supporting factor of mahogany natural regeneration was sun rise because sun rise was one of the macro environment which influenced temperature and moisture and then it influenced to exist plant others for grew under mahogany's trees.
Kata Kunci : Potensi, Permudaan Alam, Mahoni, Petak 16