Kajian Sosial, Ekonomi Masyarakat Desa Hutan Dalam Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (Studi Kasus di Desa Bekutuk, RPH Kali Gawan, BK.PH Temu Ireng, KPH Randublatung - Unit I Jawa Tengah)
Tri Susanto, Wahyu Tri Widayanti, S.Hut, M.P,
2008 | Skripsi | S1 KEHUTANANKajian sosial ekonomi masyarakat desa hutan di Desa Bekutuk ini memiliki empat tujuan yaitu untuk mengetahui latar belakang sosial dan ekonomi, mengetahui latar belakang budaya masyarakat desa hutan, mengetahui persepsi dan motivasi masyarakat desa hutan dalam sistem PHBM dan mengetahui harapan masyarakat desa butan terhadap sistem PHBM. Kajian ini bersifat kualitatif. Metode yang dipakai dalam kajian ini adalah metode studi kasus, dengan bukti atau data untuk keperluan metode ini berasal dari dokumen, wawancara mendalam, dan observasi partisipasif. Studi kasus adalah strategi yang lebih cocok bila pokok pertanyaan yang diajukan di dalam penelitian adalah how dan why (Yin. 2005). Di dalam studi kasus hal yang ingin dipelajari secara intensif adalah latar belakang serta interaksi lingkungan dari unitunit sosiaJ yang menjadi subyek (Nazir, 2005). Lebih lanjut dikatakan bahwa studi kasus dimaksudkan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan dan posisi saat ini, serta interaksi lingkungan unit sosial tertentu yang bersifat apa adanya (Danim, 2002). Hasil kajian ini menunjukan bahwa latar belakang pemenuhan kebutuhan ekonorni keluarga, menjadi motivasi masyarakat Desa Bekutuk bersedia terlibat dalam sistem PHBM. Selain kebutuhan ekonomi, latar belakang sosial budaya masyarakat dengan tata aturan nilai yang suka bergotong royong dan hidup selaras dengan alam menjadikan PHBM sesuai dengan jiwa dasar yang ada di masyarakat Desa Bekutuk. Di tingkat desa PHBM didukung oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk membantu sistem PHBM agar dapat berjalan di level desa. Meskipun belum menunjukan kinerja yang bagus, LMDH Bulu Rejo Desa Bekutuk memilik.i kewajiban untuk menyeragamkan persepsi masyarakat tentang hutan. Selama ini pemahaman masyarakat tentang hutan masib terpaku pada manfaat hutan untuk menunjang kebutuhan hidup mereka dari sisi ekonorni. Masyarakat desa hutan sebagai stakeholder yang paling dekat dengan hutan berharap sistem PHBM ini dapat terns berjalan sesuai dengan pedoman yang telah ada sehingga sistem pengelolaan hutan ini benar-benar dapat membantu meringkankan kebutuhan ekonorni keluarga.
Kata Kunci : PHBM, ekonomi, budaya, LMDH, stakeholders