Campuran Minyak Bawang Putih dan Ekstrak Kopi Terhadap Aktivitas Lipas (Blattella germanica L)
Ion Haizuzi Umar, Dr. Suwijiyo Pramono, Apt
1989 | Skripsi | S1 FARMASITelah dilakukan penelitian tentang pengaruh campuran minyak bawang putih dan ekstrak kopi terhadap aktivitas lipas (Blattella germanica). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kopi dalam usaha mengurangi atau menghilangkan bau yang ditimbulkan oleh bawang putih. Penelitian didahului dengan melakukan uji aktivitas minyak bawang putih dengan dosis: 0,5 mg; 1,0 mg; 2,0 mg; 2,5 mg; dan 3,0 mg terhadap serangga uji lipas. Prosedur kerja uji aktivitas terhadap serangga uji lipas dilakukan menurut cara yang dikembangkan oleh Kanju Oshawa., dkk. Percobaan menggunakan 20 tabung gelas masing-masing berukuran panjang 20 cm, diameter bagian dalam 25 mm. Sebagai serangga uji digunakan lipas dari jenis Blattella germanica, dewasa, terdiri atas jenis jantan dan betina. Kemudian dilakukan percobaan secara organoleptis dengan cara menambahkan ekstrak kopi dengan kadar 0,2 g/ml pada emulsi yang mengandung 14,54 mg minyak bawang putih, sam- pai bau minyak bawang putih benar-benar hilang. Selanjut- nya dilakukan uji aktivitas emulsi yang mengandung campur an minyak bawang putih dan ekstrak kopi, terhadap lipas. Dosis minyak bawang putih 0,5 mg, dan variasi dosis kopi 34,5 mg; 69 mg; dan 103,5 mg. Untuk mengetahui apakah eks trak kopi juga berpengaruh terhadap aktivitas lipas, maka dilakukan juga uji aktivitas ekstrak kopi dengan dosis : 34,5 mg; 69 mg; dan 103,5mg, terhadap serangga uji lipas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara ganoleptis (dengan bantuan penciuman langsung), ekstrak kopi dapat menghilangkan bau minyak bawang putih dengan dosis terkecil yang setara dengan 69 mg serbuk kopi sanka untuk setiap mg minyak bawang putih. Penambahan ekstrak kopi dengan dosis: 69 mg, 138 mg, dan 207 mg untuk setiap mg minyak bawang putih, pengaruhnya tak bermakna terhadap aktivitas minyak bawang putih pada lipas. Sedang kan minyak bawang putih mempunyai aktivitas sebagai penolak lipas, dengan dosis terkecil yang masih menunjukkan aktivitas positif: 1,0 mg minyak bawang putih yang seta ra dengan 3 gram bawang putih segar. Hasil uji aktivitas ekstrak kopi terhadap lipas, pada dosis 34,5 mg menunjuk kan aktivitas negatif ( ), sedangkan pada dosis 69 mg dan dosis 103,5 mg menunjukkan aktivitas tak tentu ( ).
Kata Kunci : Bawang Putih, Kopi, Lipas