Laporkan Masalah

Efektivitas dektrometorfan untuk terapi nyeri pada kasus dengan diagnosis klinis neuropati diabetika

HENDRAYANI, Tri Hastuti, Prof.Dr.dr. Samekto Wibowo, P.Far.K.,SpnS(K)

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Neuropati diabetika merupakan salah satu komplikasi tersering dari diabetes melitus disamping retinopati dan nefropati. Komplikasi berupa neuropati diabetika meningkat sejalan dengan lamanya penyakit dan tingginya hiperglikemi. Nyeri merupakan salah satu manifestasi neuropati diabetika, dimana hal ini akan mengganggu aktivitas hidup sehari-hari akibat nyeri yang dideritanya. Penelitian sebelumnya mengungkapkan berbagai hasil guna obat yang dapat mengurangi nyeri pada penderita neuropati diabetika dengan berbagai kelemahan dan kelebihan masing-masing, serta belum adanya obat standar untuk nyeri neuropati diabetika. Pengetahuan mengenai hasil guna dekstrometorfan untuk terapi nyeri pada neuropati diabetika belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil guna dekstrometorfan dalam penurunan nyeri pada kasus dengan diagnosis klinis neuropati diabetika Rancangan penelitian ini adalah studi acak terkontrol, buta-ganda (Double-blind, Randomized controlled trial). Subjek ditempatkan secara acak berdasarkan tabel random dengan menggunakan randomisasi sederhana. Intervensi pengobatan peroral diberikan selama 2 minggu. Subjek penelitian adalah penderita nyeri neuropati diabetika yang berobat di poliklinik Saraf dan Endokrinologi Penyakit Dalam RS. Dr. Sardjito. Usia penderita diatas 18 tahun, lama menderita nyeri minimal 3 bulan dan kontrol rutin kadar gula darah. Diagnosis neuropati diabetika berdasarkan Diabetic Neuropathy Examination (DNE) score. Subjek dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan mendapat terapi deksrometorfan 225 mg/hr dan plasebo 225 mg/hr, dibagi dalam 3 dosis. Outcome utama yang dinilai adalah perbedaan rerata skor VAS (Visual Analogue Scale) pada awal dan akhir penelitian antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Outcome lain yang diukur adalah efek samping obat. Data akan diolah secara deskriptif dan analitik. Uji independent t-test untuk menghitung perbedaan rerata skor VAS dan uji kai kuadrat untuk menghitung proporsi efek samping obat kelompok perlakuan dan kontrol, sedangkan pengendalian faktor perancu dihitung dengan menggunakan analisa multivariat. Penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran dalam pemberian terapi yang lebih rasional dengan biaya yang relatif murah, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi penderita dan keluarga, institusi, dan sistem pelayanan kesehatan

Background : Diabetic neuropathy is the most common complication of diabetes and it increase with the duration of diabetic and glucosa level. One of manifestation diabetic neuropathy is pain, so it disturb the activity of daily living and demand treatment. Purpose : to determine effectivity dextromethorphan for the reliefing pain in clinically painful diabetic neuropathy. Methods : Double-blind, Randomized controlled trial Subject : patient with diagnostic of diabetic neuropathy based on DNE (Diabetic Neuropathy Examination) score, age ≥ 18 years. Subject were randomly assigned to dextromethorphan 225 mg/day or placebo for 2 weeks. The doses divided three per-days. Main outcome : the difference between mean VAS score at the beginning of the study and the end of study. Another outcome measured was side effect of treatment. Statistical analyses : Univariat analysed used to chi-square test, t-test. Multivariate analyze is used to measure independent variable which may confound the result of the study. Significancy (p) < 0,05

Kata Kunci : Kedokteran Klinik,Neuropati Diabetika,Terapi Nyeri,Dektrometorfan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.