HUBUNGAN ANTARA KECENDERUNGAN DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA YANG MENGALAMI KESEPIAN
Reni Tri Astuti, 3. Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., M.NSc., Ph.D , 4. Sri Warsini, S.Kep., Ns., Ph.D
2024 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar belakang: Peningkatan jumlah lansia erat kaitannya dengan peningkatan angka kematian dan
masalah kesehatan baik fisik maupun psikologis pada lansia. Masalah psikologis yang rentan terjadi pada lansia
salah satunya adalah kesepian dan kecenderungan depresi, dimana hal ini dapat memengaruhi penurunan kualitas hidup lansia
Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecenderungan depresi dengan
kualitas hidup pada lansia yang mengalami kesepian.
Metode: Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian analitik
korelasi dengan menggunakan rancangan Cross-Sectional. Sampel sebanyak
124 lansia di kelurahan Girikerto, wilayah Kerja Puskesmas Turi, dengan teknik pengambilan sampel cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Geriatric
Depression Scale
(GDS-15) untuk mengetahui skor depresi dan instrumen World
Health Organization Quality of Life Scale Brief Version (WHOQOL-BREF)
untuk mengetahui kualitas hidup lansia. Uji
analisis korelasi menggunakan uji Spearman.
Hasil: Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecenderungan depresi dengan kualitas hidup pada domain kesehatan fisik (r=-0,516; p=<0 r=-0,757; xss=removed r=-0,514; xss=removed r=-0,308; xss=removed>
Kesimpulan: Kecenderungan depresi memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kualitas
hidup pada lansia yang mengalami kesepian di wilayah kerja Puskesmas Turi.
Kata Kunci: lansia, kesepian, depresi, kualitas hidup
Background: The increase in the
number of elderly is closely related to an increase in death rates
and health problems, both physical and psychological, in the elderly. A
psychological problem that often occurs in the elderly is loneliness
and depression, which can reduce the quality of life of the elderly.
Objective: This study aims to
determine the relationship between depression and quality of life in the
elderly who experience loneliness.
Method: This research used a
quantitative approach with a correlation analytical used Cross-Sectional design.
The sample was 124 elderly people in Girikerto Village, Turi Health Center Work
Area, with a sampling technique using the cluster sampling method. Data were
collected using the Geriatric Depression Scale (GDS-15) instrument to determine
depression scores and the World Health Organization Quality of Life Scale Brief
Version (WHOQOL-BREF) instrument to determine the quality of life of the
elderly. The correlation analysis test used the Spearman Rank test.
Results: There was a significant negative relationship between depression and quality of life in the physical health domain (r=-0.516; p=<0 r=-0.757; xss=removed r=-0.514; xss=removed r=-0.308; xss=removed>
Conclusion: Depression and
quality of life have a significant negative relationship in the elderly who
experience loneliness in the Turi Health Center work area.
Keywords: elderly, loneliness, depression, quality of
life
Kata Kunci : lansia, kesepian, depresi, kualitas hidup