Laporkan Masalah

Perbedaan respon klinis dan laboratoris pasca pemberian human albumin pada penderita sindrom nefrotik primer kelainan minimal dan bukan kelainan minimal

SILALAHI, Charles Antoni, dr. M.P. Damanik, SpAK

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Sindrom Nefrotik merupakan suatu keadaan klinis yang ditandai oleh gejala proteinuria dan hipoalbuminemia, umumnya disertai edema, hiperkolesterolemia, dan kadang-kadang disertai hematuria, hipertensi dan penurunan fungsi ginjal. Berdasarkan gambaran histopatologi, Sindrom Nefrotik Primer dibedakan atas Kelainan Minimal dan Bukan Kelainan Minimal. Hipoalbuminemia akibat proteinuria merupakan kelainan utama sindrom nefrotik. Oleh karena semua gejala klinis dan laboratoris merupakan konsekuensi dari hipoalbuminemia, maka usaha untuk mengembalikan albumin yang hilang melalui urin dengan cara pemberian Human Albumin sangat penting dalam mempertahankan dan memperbaiki keadaan penderita serta mencegah komplikasi gagal ginjal akut akibat hipovolemia. Tetapi permasalahan yang timbul adalah tidak semua penderita Sindrom Nefrotik mampu mendapatkan terapi Human Albumin karena harganya mahal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan respon klinis dan laboratoris pasca pemberian Human Albumin pada penderita Sindrom Nefrotik Primer Kelainan Minimal dan Bukan Kelainan Minimal. Desain penelitian yang digunakan adalah Eksperimental Kuasi dengan model eksperimental ulang non-random atau non-randomized pretest-posttest control goup design. Biopsi ginjal dilakukan untuk membedakan kedua kelompok perlakuan, yaitu kelompok Sindrom Nefrotik Primer Kelainan Minimal dan Bukan Kelainan Minimal. Pengukuran variabel edema, berat badan, diuresis, kadar protein urin dan albumin serum dilakukan sebelum dan satu minggu setelah pemberian Human Albumin dan hasilnya kemudian dibandingkan pada kedua kelompok. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan uji X² untuk variabel kategorikal dan uji t untuk variabel numerik. Tingkat kemaknaannya ditentukan berdasarkan interval kepercayaan 95% (95% IK). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam pengelolaan penderita Sindrom Nefrotik Primer dengan melihat perbandingan efek yang terjadi setelah pemberian Human Albumin

Nephrotic syndrome is a clinical condition marked by proteinuria and hypoalbuminemia symptom, generally accompanied with edema, hypercholesterolemia, and sometime with hematuria, hypertension and degeneration of renal function. Based on histopathologic description, primary nephrotic syndrome is differed as minimal change and non-minimal change . Hypoalbuminemia due to proteinuria is a main disorder of nephrotic syndrome. Because all clinical and laboratory symptoms are consequence of hipoalbuminemia, then attempt to restore the lost albumin through urine with administering Human Albumin is vital in keeping and improving the patient condition and prevent complication of acute renal failure due to hypovolemia. But the problem is that not all patient with nephrotic syndrome can get Human Albumin therapy due to its high price. The study aimed to examine difference of clinical and laboratory responses after administering Human Albumin on patients with minimal change and non-minimal change primary nephrotic syndrome. Research design used was Quasi Eksperimental with non-randomized pretestposttest control goup design. Renal biopsy was done to differ the two-treatment goup, minimal change and non-minimal change primary nephrotic syndrome. Measurements of edema, body weight, diuresis, urine protein concentration and albumin serum variables were done before and a week after admistering Human Albumin and the results were compared within two goups. The result was analyzed using X2 test for categorical variables and t-test for numeric variables. Significant level was determined based on 95% confident interval. The study result was hoped to give benefit in management of patient with primary nephrotic syndrome by considering comparison of effect occurred after administering Human Albumin

Kata Kunci : Kedokteran Klinik,Sindrom Nefrotik Primer,Human Albumin, minimal change primary nephrotic syndrome, non-minimal change primary nephrotic syndrome, Human Albumin, quasi eksperimental


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.