Laporkan Masalah

Uji diagnostik kejernihan urin pada infeksi saluran kemih

MURNI, Indah Kartika, dr. M.P. Damanik, SpAK

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Bila infeksi saluran kemih (ISK) tidak dideteksi dini akan menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Saat ini untuk diagnosis ISK baku emasnya adalah biakan urin, tetapi sayangnya memerlukan waktu 3-5 hari. Kekeruhan urin bisa menggambarkan terdapatnya sejumlah bakteri atau leukosit dalam urin, sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara kejernihan urin melalui pemeriksaan visual dengan tidak adanya bakteriuria bermakna.Pemeriksaan kejernihan urin ini mudah dilakukan, sederhana, cepat, dan murah. Penelitian ini dilakukan di instalasi rawat darurat (IRD), poliklinik, dan bangsal anak RS dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian dilakukan secara prospektif dengan sampel anak kurang dari 15 tahun yang diperiksa biakan urin dengan pengumpulan urin secara kateter, midstrim, atau aspirasi suprapubik. Urin dinilai kejernihannya oleh dua orang pengamat yang independen menggunakan teknik yang terstandarisasi. Biakan urin dengan kateter dikatakan positif apabila terdapat > 104 colony-forming unit (CFU)/ml, > 105 pada urin midstrim, dan seberapapun bakteri pada aspirasi suprapubik. Analisis statistik dilakukan dengan menghitung sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif dan negatif, serta rasio kecenderungan dengan interval kepercayaan sebesar 95%. Indeks kappa digunakan untuk menilai kesepakatan antara dua pengamat dalam menentukan kejernihan urin. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan nilai sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, sehingga urin yang jernih dapat menyingkirkan kemungkinan anak menderita ISK dan bisa dipertimbangkan untuk deteksi dini infeksi saluran kemih.

When urinary tract infection (UTI) is not detected early, it will cause the decline of kidney function. Recently to diagnose UTI the golg standard is by doing urine culture, unfortunately it needs three to five days. The turbidity of urine can describe the presence of bacteria or leucocytes in urine. Furthermore the purpose of this research is to determine the relationship of the urine clarity by visual examination in the absence of bacteriuria. The cross examination of urine clarity is easy to do, simple, fast and cheap. This research is done in emergency care unit, policlinic and offspring wards in Sardjito hospital, Yogyakarta. The research is done prospectively with a specimen of child under 15 years old by urine analysis through catether, midstream or suprapubic aspiration. The urine clarity is evaluated by two independent observer by using standard technique. Urine analysis through catether is said positive when there is > 104 CFU/mL, > 105 in midstream urine, and any bacteria in suprapubic aspiration. Statistic analysis uses 95% confidence interval test and calculate the sensitivity, specificity, positive and negative predictive value, also likelihood ratio. Kappa index is used to evaluate the disagreement between two observers in determining urine clarity. The result of the research is expected to be able to give the value of high sensitivity and specificity, that the clear urine can avoid children to suffer from UTI and can be used as early detection of urinary tract infection

Kata Kunci : Kesehatan Anak,Infeksi Saluran Kemih,Uji Kejernihan Urin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.