Gasifikasi arang batubara lignite dengan uap air dan gas karbon dioksida.
Sofia Jati Wardani, Ir. Moh. Fahrurrozi, M.Sc., Ph.D. ; Prof. Ir. Hary Sulistyo, S.U., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 Teknik Kimia
Seiring
berjalannya waktu konsentrasi gas rumah kaca yang terdapat di atmosfer semakin
meningkat dan menyebabkan pemanasan global. Hal ini dikarenakan pelepasan emisi
dari kegiatan manusia ke atmosfer. Peningkatan konsumsi energi juga menjadi
salah satu hal pemicu naiknya emisi. Di samping kebutuhan energi yang meningkat
perhatian untuk mengurangi emisi juga penting, untuk itu perlu dicari
alternatif sumber energi dan proses pengelolaan energi yang bersih. Batubara
merupakan sumber energi yang stabil dan banyak ditemui. Masih banyak batubara
kualitas rendah yang belum bisa dimanfaatkan padahal jumlahnya sangat melimpah.
Memproses batubara dengan kualitas rendah akan menurunkan efisiensi dan
menyebabkan naiknya kerugian. Perlu dicari proses dimana dapat memanfaatkan
batubara kualitas rendah untuk meningkatkan nilainya namun tidak menimbulkan
emisi tambahan. Dipilihlah proses gasifikasi antara batu bara kualitas rendah
dan gas karbon dioksida dengan penambahan uap air. Proses ini bertujuan untuk
mengubah batubara kulitas rendah dan gas karbon dioksida menjadi produk gas
dengan nilai yang lebih baik. Proses ini dapat mengkonversi batubara dan gas
karbon dioksida menjadi bahan bernilai lebih ekonomis, mengurangi pelepasan
emisi, dan salasatu opsi sumber energi yang baru. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh perubahan temperatur operasi, rasio aliran gas
karbon dioksida sebagai bahan baku, dan rentang waktu operasi terhadap produk
gas yang dihasilkan dari proses gasifikasi. Metode yang digunakan melibatkan
pendekatan termodinamika dengan model stokiometri dan non-stokiometri untuk
meramalkan komposisi produk gasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perubahan temperatur operasi dan rasio aliran gas karbon dioksida secara
signifikan mempengaruhi komposisi dan jumlah produk gas yang dihasilkan. Dengan
adanya kenaikan suhu konversi carbon meningkat, dan konsentrasi karbon
dioksida menurun pada produk gas. Selain itu, variasi dalam rentang waktu
operasi juga berdampak pada komposisi produk gas. Prediksi menggunakan model termodinamika
menunjukkan kesesuaian yang baik dengan hasil eksperimen. Penelitian ini
memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi gasifikasi yang
lebih efisien dan ramah lingkungan, serta menyediakan model peramalan yang
dapat digunakan dalam perencanaan produksi industri.
Over time, the
concentration of greenhouse gases in the atmosphere has been increasing,
causing global warming. This is due to emissions released from human activities
into the atmosphere. Increased energy consumption is also one of the triggers
for rising emissions. Alongside the growing energy demand, it is important to
reduce emissions, thus alternative clean energy sources and management
processes need to be sought. Coal is a stable and widely available energy
source, but much low-quality coal remains underutilized despite its abundance.
Processing low-quality coal can reduce efficiency and lead to losses.
Therefore, it is necessary to find a process that can utilize low-quality coal
to enhance its value without adding emissions. The process chosen is gasification
of low-quality coal with carbon dioxide and the addition of steam, aimed at
converting low-quality coal and carbon dioxide into higher-value gas products.
This process can convert coal and carbon dioxide into more economically
valuable materials, reduce emissions, and provide a new energy source option.
This study aims to analyze the effect of changes in operating temperature,
carbon dioxide gas flow ratio as a feedstock, and operation time range on the
gas products generated from the gasification process. The method used involves
a thermodynamic approach with both stoichiometric and non-stoichiometric models
to predict the composition of gasification products. The results indicate that
changes in operating temperature and carbon dioxide gas flow ratio
significantly affect the composisition
and amount of gas products generated. With the increase in temperature, carbon
conversion increases, and the concentration of carbon dioxide decreases in the
gas products. Additionally, variations in the operation time range also impact
the composition of gas products. Predictions using thermodynamic models show
good agreement with experimental results. This research makes a significant
contribution to the development of more efficient and environmentally friendly
gasification technology and provides forecasting models that can be used in
industrial production planning.
Kata Kunci : Gasifikasi, Temperatur Operasi, Rasio Aliran Karbon Dioksida, Rentang Waktu Operasi, Model Termodinamika.