Pengujian In Vitro Mangenai Kemampuan Asetilasi Sulfadimidin Pada Butir-Butir Darah Tikus Putih Jantan Yang Dibuat Diabetes Karena Pemberian Alkosan
Dwi Fitri Hatmoko, Drs. Djoko Suhardjono, Msc., Apt.
1989 | Skripsi | S1 FARMASITelah dilakukan penelitian kemampuan asetilasi sulfadimidin (in vitro) pada cuplikan darah 25 ekor tikus putih dengan menggunakan rancangan sama subyek. Uii ini dilakukan dua kali yaitu pada kondisi normal dan kondisi diabetes. Kondisi diabetes dicapai dengan jalan memberi aloksan pada hewan uji dengan dosis 75 mg/kg BB secara intra vena selama beberapa kali dengan jarak pemberian 24 jam. Uii asetilasi dilakukan dengan menggunakan substrat sulfadimidin di dalam cuplikan darah dengan kadar 200 ug/ml, setelah dicampur secara merata ditetapkan kadarnya secara spektrofotometri. Sisa larutan tersebut diinkubasi kan pada 37°C selama 24 jam kemudian diikuti dengan penetapan kadarnya kembali dengan menggunakan cara yang sama. Besarnya nilai kemampuan asetilasi digambarkan dengan besaran prosentase dari penurunan konsentrasi sulfadimidin setelah inkubasi. Penegasan bahwa terjadi proses asetilesi dibuktikan dengan penetapan kadar sulfadimidin totalnya. Hasil uji menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara nilai kemampuan asetilasi pada kondisi normal dan diabetes (p > 0,05). Besarnya nilai tersebut secara berturut-turut adalah (rata-rata± SEM) adalah 2,60 0,544 dan 2,47 0,639 %. Dari hasil tersebut bisa disebutkan di sini bahwa kondisi diabetes karena pemberian aloksan tidak mampu menaikkan nilai kemampuan asetilasi sulfadimidin pada sel-sel darah tikus secara in vitro.
Kata Kunci : Asetilasi, Sulfadimidin, DIabetes