Pengaruh Praperlakuan Seduhan Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorriza ROXB.) Terhadap Profil Farmakokinetika Parasetamol Pada Kelinci Jantan
P. Toto Prastawa, Drs. Imono Argo Donatus, Apt., S.U.; Drs. Djoko Suhardjono, Apt.., Msc.
1989 | Skripsi | S1 FARMASI?Telah dilakukan penelitian terhadap profil farmakokinetika parasetamol pada kelinci akibat seduhan rimpang temulawak selama 6 hari praperlakuan Penelitian ini dikerjakan mengikuti rancangan, subyek menggunakan lima ekor kelinci jantan sebagai byek uji. Masing-masing subyek mendapatkan dua jenis perlakuan yang dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama dilakukan uji kinetika parasetamol, sedangkan pada tahap kedua dilakukan uji kinetika parasetamol setelah subyek uji diberi praperlakuan temulawak sekali sehari selama enam hari. Antara tahap pertama dan tahap kedua subyek uji diistirahatkan satu minggu dan sebelum dilakukan uji kinetika parasetamol subyek uji dipuasakan selama 24 jam. Pemberian parasetamol dilakukan secara oral dalam bentuk larutan 10% dalam propilen glikol 50% dengan dosis 450 mg/kg berat badan. Temulawak diberikan secara oral dalam bentuk seduhan rimpang temulawak 5% dalam air hangat dengan dosis 91,5 mg/kg berat badan. Pengukuran kadar parasetamol tak berubah di dalam plasma pada sederetan waktu tertentu dikerjakan mengikuti metode Chafetz dengan sedikit modifikasi. Data kadar-waktu parasetamol tak berubah yang diperoleh dipergunakan untuk perhitungan parameter farmakokinetikanya. Harga parameter farmakokinetika ke dua perlakuan kemudian dikaji secara statistik menggunakan uji t berpasangan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praperlakuan seduhan rimpang temulawak selama enam hari dapat menaikkan harga ka sebesar 143,84% (p < 0,05) tetapi tidak mempengaruhi harga farmakokinetika lainnya secara bermakna, yang berarti meningkatkan efektivitas absorpsi parasetamol tetapi tidak berpengarauh terhadap proses distribusi dan eliminasinya.
Kata Kunci : Farmakokinetika, Parasetamol. Temulawak