Laporkan Masalah

Pengaruh Ekstrak Buah Kemukus (Piper cubebae, L.f.) Terhadap Trakea Marmot Secara In Vitro

Sri Purwaningsih, Dr. C.J. Soegihardjo, Apt.; Drs. Mulyono, Apt.

1989 | Skripsi | S1 FARMASI

Buah kemukus merupakan obat tradisional yang telah lama digunakan oleh nenek moyang kita. Dari beberapa pustaka telah disebutkan bahwa buah kemukus berguna sebagai obat asma, ekspektoran, antidiare, dan antibakteri. Selain itu, buah kemukus juga digunakan untuk campuran dalam jamu asma dari pabrik X. Agar pada penggunaan secara tradisional dapat benar-benar aman dan dapat dipertanggungjawabkan, maka perlu dilakukan penelitian aspek farmakologi dan fitokimia. Pada penelitian ini dikerjakan uji pendahuluan untuk mengetahui aktivitas biologi dari buah kemukus, hasil yang diperoleh ternyata buah kemukus mempunyai aktivitas dengan uji antikolinergik dan antihistaminik. Baik fraksi heksana maupun etanol dapat mengurangi efek dari metakolin dan histamin, selain itu juga dapat menggeser kurva log dosis respon dari obat tersebut. Dengan uji antikolinergik, semua zona dari fraksi heksana aktif, tetapi yang paling aktif adalah zona I. Hal ini tampak dari penurunan kurvanya sebesar 23 % dengan konsentrasi yang lebih kecil (0,5 mg/ml). Pada fraksi etanol zona yang aktif adalah zona II(1,67 mg/ml), dengan pengurangan efek sebesar 13 %. Sedangkan dengan uji antihistaminik, zona I dari fraksi heksana juga lebih aktif, dengan pengurangan efek sebes sar 37 %. Kemudian pada fraksi etanol ternyata semua zona aktif, tetapi zona IV (0,75 mg/ml) paling aktif. Dari kurvanya tampak adanya pengurangan efek sebesar 83 %.

Kata Kunci : Kemukus, Ekstrak buah, Marmot

  1. S1-FAR-1989-SriPurwaningsih-abstract.pdf  
  2. S1-FAR-1989-SriPurwaningsih-bibliography.pdf  
  3. S1-FAR-1989-SriPurwaningsih-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FAR-1989-SriPurwaningsih-tittle.pdf