Laporkan Masalah

Hubungan antara ekspresi CD4+ dan CD8+ dengan gambaran histopatologis dan gambaran klinis pada pasien limfadenitis tuberkulosis

RAHMAN, Eka Yudha, Prof.dr.drh. Soesanto Tjokrosonto, MSc.,PhD

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis

Latar Belakang. Di Indonesia, 450.000 kasus baru tuberkulosis per tahun dengan angka kematian 175.000 per tahun. Di Indonesia dengan insidensi tuberkulosis yang tinggi ini maka limfadenitis TB adalah salah satu penyebab tersering limfadenopati dan ini adalah bentuk paling umum dari TB ekstra paru. Respon imun selular kemungkinan bertanggungjawab terhadap bentuk klinis yang terjadi. Umumnya pemahaman kita terhadap sel T yang terlibat dalam imunitas protektif anti- M.tuberculosis berdasarkan bukti dari penelitian tuberkulosis pada mice. Peran sel T CD4+ dan CD8+ dalam gambaran histopatologis dan klinis tuberkulosis pada manusia masih kontroversial. Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara ekspresi CD4+ dan CD8+ dengan gambaran histopatologis dan gambaran klinis limfadenitis TB. Rancangan Penelitian dan Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Subjek penelitian yaitu kasus limfadenitis TB yang masuk ke Laboratorium PA RS dr. Sardjito dari tahun 2002 sampai 2003. Besar sampel adalah 25. Kasus limfadenitis TB dicari rekam medik dan blok parafinnya di Instalasi PA RS dr. Sardjito, dilakukan pengecatan imunohistokimia untuk blok parafin dengan primer antibodi monoklonal anti CD4 dan CD8, dengan metode streptavidin-biotin complex dan kromogen DAB dan AEC. Gambaran histopatologisnya dibaca dan dilakukan penghitungan limfosit yang mengekspresikan CD4+ dan CD8+. Analisa hasil penelitian dengan uji chi-square, dilanjutkan dengan uji koefisien kontingensi Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1. umumnya ekspresi CD4+ pada limfadenitis TB adalah kategori rendah sampai sedang, dan ekpresi CD8+ umumnya tinggi. 2. terdapat hubungan bermakna antara ekspresi CD4+ dengan jumlah sel epiteloid (p=0,034), sel datia Langhans (p=0,003), dan adanya demam (p=0,027). 3. terdapat hubungan bermakna antara CD8+ dengan luas nekrosis (p=0,038) dan diameter limfonodus yang terkena (p=0,032). Kesimpulan. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa ekspresi CD4+ berpengaruh terhadap jumlah sel epiteloid dan sel datia Langhans, oleh karena itu pemeriksaan ekspresi CD4+ dapat digunakan untuk menentukan status imunologis penderita limfadenitis TB. Ekspresi CD8+ berpengaruh terhadap luas nekrosis dan diameter limfonodus yang terkena, oleh karena itu pemeriksaan ekspresi CD8+ dapat digunakan untuk menentukan prediksi untuk prognosis penderita limfadenitis TB.

Background. In Indonesia, each year, 450.000 new cases of tuberculosis with morbidity rate 175.000 person-year. In Indonesia with high incidence of tuberculosis, tuberculous lymphadenitis is the most common cause of lymphadenopathy and it is most common type of extrapulmonary tuberculosis. Celuller immune response is suspected to play a role in the clinical manifestation. Our knowledge of the T cells involved in protective anti-mycobacterium tuberculosis immunity based on evidence from studies of tuberculosis in mice. The role of CD4+ and CD8+ T cells in histopathologic and clinical features of tuberculosis are still controversial. Objective. The aim of this study was to investigate the correlation between expression of CD4+ and CD8+ T cells with the histopathologic and clinical features of tuberculous lymphadenitis. Study design and methods. It is an analytic observasional study with cross-sectional study design. Subjects observed were tuberculous lymphadenitis cases in Sardjito General Hospital from 2002 – 2003. Samples were 25 cases of tuberculous lymphadenitis. Medical Record and paraffin-embedded tissue of tuberculous lymphadenitis cases was collected from Sardjito General Hospital, paraffin-embedded tissue stained immunohistochemically with anti-CD4 and CD8 monoclonal antibody, with streptavidin-biotin complex methods and chromogen DAB and AEC. A histopathologic features were analyzed and the lymphocyte positive CD4 and CD8 was counted. Data was analyzed by chi-square and contingency coeficient test Result. The result of this study showed that: 1. the expression of CD4+ in tuberculous lymphadenitis was in the low(light) to moderate category, and the expression of CD8+ was in the high or strongly category. 2. there was a significant correlation statistically between expression of CD4+ with amount of epiteloid cells (p=0,034), amount of Langhans cells (p=0,003), and fever (p=0,027). 3. there was a significant correlation statistically between expression of CD8+ with necrosis area (p=0,038) and size of lymph nodes (p=0,032). Conclusions. It was concluded that expression of CD4+ influencing to amount of epiteloid and Langhans cells, therefore immunohistochemical staining of CD4+ expression is useful to determine of immunological status of tuberculous lymphadenitis patients. Expression of CD8+ influencing to necrosis area and size of lymph nodes, therefore immunohistochemical staining of CD8+ expression is useful to determine prediction for prognosis of tuberculous lymphadenitis patients.

Kata Kunci : Ekspresi CD4+, ekspresi CD8+, gambaran histopatologis, gambaran klinis, status imunologis, sel epiteloid, sel raksasa Langhans, nekrosis perkejuan, CD4+ expression, CD8+ expression, histopathologic features, clinical features, immunological status, epitel


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.