Laporkan Masalah

TINGKAH LAKU DAN KONSUMSI PAKAN KUDA PACU PADA KETINGGIAN LOKASI PEMELIHARAAN YANG BERBEDA

Islamona Mutihan Anggi Mahanta, Dr. Ir. Kustono, M.Sc.; Prof Dr. Ir. Endang Baliarti, SU.

2013 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

TINGKAH LAKU DAN KONSUMSI PAKAN KUDA PACU PADA KETINGGIAN LOKASI PEMELIHARAAN YANG BERBEDA Islamona Mutihan Anggi Mahanta 08/269650/PT/05482 Intisari Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku dan konsumsi pakan kuda pacu pada ketinggian lokasi pemeliharaan yang berbeda. Penelitian dilakukan di Desa Tegal Waton, Kabupaten Semarang yang memiliki ketinggian 725m diatas permukaan laut (dpl) dan peternakan kuda di desa Pacar kabupaten Bantul dengan ketinggian 70m dpl. Sebanyak 8 ekor kuda di desa Tegal Waton dan 7 ekor kuda di desa Pacar diamati status faali, tingkah laku dan konsumsi pakannya. Data lingkungan yang diamati berupa temperatur dan kelembaban udara. Pengamatan status faali kuda yang diukur berupa temperatur rektal, frekuensi pulsus dan respirasi, sedangkan tingkah laku yang diamati berupa kegiatan makan, minum, defekasi, urinasi, duduk, tidur, berdiri, berguling, windsucking, cribbing dan weaving. Untuk melihat pengaruh tinggi lokasi pemeliharaan terhadap perbedaan parameter yang diamati, dilakukan analisis statistik dengan Independent Sample T-test. Hasil analisis menunjukkan hanya tingkah laku makan yang berbeda nyata(P<0,05), sedangkan status faali, tingkah laku lain dan konsumsi pakan tidak berbeda nyata. Berdasarkan penelitian disimpulkan, dengan perbedaan ketinggian lokasi pemeliharaan sebesar 655m (antara 725m dpl dan 70m dpl) menyebabkan perbedaan pada frekuensi dan durasi makan, sedangkan tingkah laku lain tidak terpengaruh. Kata kunci : Kuda pacu, Ketinggian lokasi, Tingkah laku, Konsumsi pakan

RACE HORSE BEHAVIOR AND FEED INTAKE IN DIFFERENT RAISED LOCATION ALTITUDE Islamona Mutihan Anggi Mahanta 08/269650/PT/05482 Abstract This research was aimed to know race horse behavior and it’s feed intake which were raised in different altitude locations. This research was observed at Tegal Waton village, Semarang Regency which has 725m at mean sea level (msl) and at Pacar village, Bantul Regency which has 70m msl. Each of locations were observed 8 and 7 heads horses by observing it’s environment conditions, phisology status, behavior and feed intake. Environment conditions viewed by it’s temperature and humidity. Physiological status were collected by recording of horses’s rectal temperature, heartbeat and respiration frequency while monitoring of behavior in race horses, consist of ingestive behavior, defecation, urination, recumbency, sleeping, standing, rolling, windsucking, cribbing and weaving. The data was analyzed using Independent Sample T-test to see the effects of different altitude locations towards the observed parameters. Result of statistic analysis showed feeding behavior as the only significant difference between the 2 locations. The difference of altitude did not affect physiological status, so it does not led any different in behavior and feed intake. Based on the research it can be concluded, with 655m of altitude difference (between 725m msl and 70m msl) caused a significant difference in feeding frequency and duration, otherwise another behaviors were not affected. Tags : Race Horse, Altitude, Behavior, Feed Intake

Kata Kunci : Kuda pacu, Ketinggian lokasi, Tingkah laku, Konsumsi pakan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.