Laporkan Masalah

Produksi IgA pada mencit setelah imunisasi peroral menggunakan Verocytotoxygenic E. coli 0157 : H7 (VTEC 0157 : H7) dengan dan tanpa Incomplete Freund's Adjuvants (IFA)

ADYTIANINGSARI, Pratami, drh. Widya Asmara, SU.,PhD

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis

VTEC O157:H7 menyebabkan diare pada anak-anak dan dapat berkembang menjadi haemorraghic colitis (HC), haemolytic uraemic syndrome (HUS) dan thrombotic trombocytopenia purpura (TTP). Pasien dengan infeksi ini sulit dideteksi. Pengukuran IgA spesifik dapat dijadikan sebagai alat diagnosis dini. Tujuan Penelitian ini mengukur sIgA spesifik di dalam mukosa intestinal mencit dan IgA spesifik di dalam serum setelah imunisasi peroral serta mengukur perbedaan respon imun IgA mukosa intestinal dan serum setelah imunisasi VTEC O157:H7 dengan dan tanpa Incomplete Freund’s Adjuvants (IFA). Penelitian ini menggunakan 20 ekor mencit BALB/c yang dibagi secara acak menjadi 4 kelompok. Kelompok I, II, III dan IV berturut-turut diimunisasi dengan PBS pH 7,0 (sebagai kontrol), VTEC O157:H7 saja, VTEC O157:H7 dan Incomplete Freund’s Adjuvants (IFA), Incomplete Freund’s Adjuvants (IFA). Imunisasi dilakukan secara peroral dan diulang 1 kali pada setiap kelompok dengan interval waktu tiga minggu kemudian. Isolasi antibodi satu minggu setelah booster. Sampel yang diambil adalah darah dari retroorbitalis dan cairan usus mencit. Pengukuran produksi IgA menggunakan teknik ELISA dan dinyatakan dalam bentuk OD Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan analisis variansi 1 jalur (one way anova). Hasil Penelitian ini menunjukkan pengukuran produksi IgA spesifik di dalam serum paling tinggi untuk kelompok III, lebih rendah untuk kelompok II dan paling rendah untuk kelompok I dan IV. Hasil yang sama terjadi dengan pengukuran produksi IgA spesifik di dalam mukosa intestinal mencit. Pemberian IFA ternyata tidak bermakna. Dari hasil penelitian ini juga tampak bahwa IgA spesifik di dalam mukosa intestinal lebih tinggi dibandingkan di dalam serum. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah VTEC O157:H7 yang diberikan sebagai stimulan spesifik dapat meningkatkan produksi sIgA di dalam serum dan mukosa intestinal mencit, ajuvan yang diberikan tidak memiliki perbedaan yang bermakna

The objectives of this research were to measure specific sIgA in the mouse intestinal mucosa and specific IgA in serum after oral immunization and to find out the difference the IgA immune response of the intestinal mucosa after VTEC O157:H7 immunization with and without Incomplete Freund’s Adjuvants (IFA). Research was done in five months from October to March 2004. Twenty BALB/c mice were randomly divided into four groups. Group I, II, III and IV were immunized wit h PBS (as control), VTEC O157:H7 only, VTEC O157:H7 and Incomplete Freund’s Adjuvants (IFA), and Incomplete Freund’s Adjuvants (IFA) respectively. Immunization was conducted orally and repeated once in each group with time interval of three weeks afterwards. Antibody was isolated one week after booster. Samples were blood collected retro-orbitally and intestinal fluid. For IgA concentration measurement ELISA technique was used. The data was analyzed descriptively and inferentially using “one way Anova”. The results demonstrated that specific IgA concentration in the serum were highest in group III, lower in group II and lowest in group I and IV. The same results of specific IgA concentration were found in mouse intestinal mucosa. It is concluded that VTEC O157:H7 given as specific stimulant could increase the IgA concentration in serum and intestinal mucosa as well, while adjuvants application gave no significant difference.

Kata Kunci : Imunologi,VTEC 0157:H7,Diagnosa IgA Spesifik, VTEC O157:H7, IFA, IgA serum, sekretoryIgA, ELISA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.