Laporkan Masalah

PENGARUH PENAMBAHAN BAKTERI XILANOLITIK PADA FERMENTASI LIMBAH PADAT BATANG AREN (Arenga pinnata Merr.) TERHADAP KECERNAAN SECARA IN VITRO

Harwanto, Ir. Chusnul Hanim, M.Si.; Prof. Dr. Ir. Lies Mira Yusiati, SU,

2013 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

PENGARUH PENAMBAHAN BAKTERI XILANOLITIK PADA FERMENTASI LIMBAH PADAT BATANG AREN (Arenga pinnata Merr.) TERHADAP KECERNAAN SECARA IN VITRO Harwanto 08/269608/PT/05474 INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan isolat xilanolitik terhadap komposisi kimia dan kecernaan in vitro limbah padat batang aren (Arenga pinnata Merr.). Limbah padat batang aren ditambah isolat xilanolitik sebanyak 0, 5, 10, dan 15% dari berat bahan kering. Fermentasi dilakukan dalam kondisi anaerobik pada suhu ruang selama 21 hari dengan tiga ulangan. Sampel hasil fermentasi diambil untuk uji fisik, komposisi kimia, dan kecernaan in vitro tahap I metode Tilley dan Terry. Uji fisik meliputi bau, warna, tekstur, keberadaan jamur, dan pH. Komposisi kimia meliputi bahan kering (BK), bahan organik (BO), serat kasar (SK), dan kecernaan secara in vitro meliputi kecernaan bahan kering (KcBK), bahan organik (KcBO), dan serat kasar (KcSK). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi pola searah, kemudian untuk mengetahui perbedaan antar nilai rerata dilakukan uji Duncan’s new Multiple Range Test (DMRT). Dari hasil pengamatan fisik limbah padat batang aren fermentasi dengan isolat xilanolitik sebesar 5, 10, dan 15% menyebabkan tekstur menjadi halus, bau menjadi asam, tidak terdapat jamur, dan penurunan pH dari 4,66 berturut-turut menjadi 4,45, 4,26, dan 4,39. Isolat xilanolitik sebesar 5, 10, dan 15% tidak berpengaruh terhadap komposisi kimia BK dan BO namun menyebabkan penurunan SK dari 33,87% menjadi 31,91, 30,17, dan 30,73%, serta meningkatkan KcSK dari 18,58% menjadi 22,84, 30,08, dan 34,05%. Penambahan isolat xilanolitik 5% secara nyata meningkatkan KcBO dari 22,64% menjadi 29,37% dan KcBK dari 21,87% menjadi 29,34%. Penambahan isolat xilanolitik sebesar 10% dan 15% tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan KcBO dan KcBK. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa untuk meningkatkan kecernaan limbah padat batang aren dapat dilakukan melalui fermentasi dengan penambahan bakteri xilanolitik sebesar 5%. Kata kunci: Arenga pinnata Merr, Fermentasi, Isolat xilanolitik, dan Kecernaan in vitro.

THE EFFECT OF XYLANOLYTIC BACTERIA ON IN VITRO DIGESTIBILITY OF FERMENTED SUGAR PALM STEM WASTE (Arenga pinnata Merr.) Harwanto 08/269608/PT/05474 ABSTRACT This study was conducted to examine the effect of xylanolytic bacteria on chemical composition and in vitro digestibility of fermented sugar palm stem waste. Xylanolytic isolate was added at 0, 5, 10, and 15% to sugar palm stem waste based on it’s dry matter (DM). Fermentation was conducted anaerobically at room temperature for 21 days with three replicates. The fermented sugar palm stem waste was examined for it’s physical quality and chemical composition as well as in vitro digestibility measurement according to Tilley and Terry. Physical quality measured including odor, color, texture, the presence of fungi and pH. Chemical composition including dry matter (DM), organic matter (OM) and crude fiber (CF), while digestibility including dry matter digestibility (DMD), organic matter (OMD), and crude fiber (CFD). The data obtained were analyzed by variance analysis using one way design and continued by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) to examine the differences between mean values. The result showed that the addition of xylanolytic isolate at 5, 10, and 15% resulted a smoother texture, acidy odor, and decreased pH from 4.66 to 4.45, 4.26, and 4.39. Fermentation by addition of xylanolytic had no effect on DM and OM content but decreased CF content from 33.87% to 31.91, 30.17, and 30.73%, and increased CFD from 18.58% to 22.84, 30.08, and 34.05%. The additional of xylanolytic isolate at level 5% increased OMD from 22.64% to 29.37% and also DMD from 21.87% to 29.34% while the level of 10% and 15% did not affect on OMD and DMD. It could be concluded that the increase of sugar palm stem waste digestibility could be obtained by fermentation with xylanolytic bacteria at the level of 5% (v/v). Key words: Arenga pinnata Merr, Fermentation, Xylanolytic isolate, and In vitro digestibility

Kata Kunci : Arenga pinnata Merr, Fermentasi, Isolat xilanolitik, dan Kecernaan in vitro


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.