Prospek dan sumbangan industri genteng terhadap ekonomi rumahtangga pengusaha desa Wukirsari kec. Imogiri kab. Bantul DIY
Elfi Baroroh Fatmawati, Drs. Soekadri, M.S.
2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini dilakukan di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kajian yang dilakukan adalah tentang potensi industri genteng yang bersifat tradisional yang sampai saat ini masih menunjukkan aktivitasnya. Penelitian ini memiliki empat tujuan yang ingin dicapai, yakni :( I ) mengetahui besar nilai produksi dan jangkauan wilayah pemasaran produksi, (2) mengetahui kebijakan pemerintah terhadap industri genteng di daerah penelitian, (3) mengetahui prospek industri genteng tradisional tersebut untuk masa yang akan datang dan (4) mengetahui sumbangan industri genteng terhadap pendapatan total rumah tangga pengusaha. Naskah laporan penelitian ini terangkum dalam sebuah judul : Prospek dan Sumbangan Industri Genteng terhadap Ekonomi Rumah Tangga Pengusaha Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survai. Data primer diperoleh melalui wawancara yang dilakukan terhadap key person dengan menggunakan cheklist dan 40 responden pengusaha genteng tradisional dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis statistik yang digunakan adalah analisis korelasi Product Moment dan analisis Chi Kuadrat. Untuk menganalisis apakah industri genteng masih memiliki cukup permintaan untuk menampung produksinya, dilakukan estimasi jumlah permintaan untuk sepuluh tahun yang akan datang. Analisis yang digunakan adalah analisis kecenderungan(trend analysis). Karena genteng merupakan salah satu komponen pembangunan rumah, maka dalam penelitian ini data sekunder yang digunakan adalah jumlah permintaan genteng untuk pembangunan rumah dalam rentang waktu lima tahun yang lalu. Estimasi dilakukan dengan mengekstrapolasi jumlah permintaan genteng jenis tradisional untuk sepuluh tahun yang akan datang(2005 — 2014). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Terdapat perbedaan besar nilai produksi antara jangkauan wilayah pemasaran yang berbeda. Nilai produksi tinggi (> Rp 645.500,00) cenderung memiliki jangkauan wilayah pemasaran regional, sedangkan nilai produksi rendah (< Rp 645.500,00) memiliki vvilayah pemasaran lokal. Pembinaan industri penting bagi kemajuan usaha. Pengusaha yang mengikuti penyuluhan dalam pembinaan industri cenderung memiliki kesadaran memajukan usaha lebih tinggi dibandingkan dengan pengusaha yang tidak mengikuti penyuluhan. Untuk waktu sepuluh tahun yang akan datang dapat diperkirakan bahwa industri genteng jenis tradisional seperti yang dihasilkan di Desa Wukirsari masih memiliki permintaan bagi sejumlah rumah tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk keperluan pembangunan rumah/tempat tinggal. Permintaan tinggi diperkirakan untuk Kabupaten Gunung Kidul, permintaan sedang untuk Kabupaten Kulon Progo, sedangkan permintaan rendah untuk Kabupaten Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta. Gambaran tentang tingkat pennintaan ini dituangkan dalam Peta Estimasi Permintaan Genteng Jenis Tradisional Tahun 2005-2014 Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Keberadaan industri genteng telah memberikan sumbangan yang berarti terhadap pendapatan total rumah tangga pengusaha sehingga menjadikan industri genteng sebagai sumber ekonomi utama walaupun sebagian mereka memiliki usaha ekonomi lain di luar industri. Industri genteng mampu memberikan sumbangan sebesar 73,28 % hingga 88,85 % terhadap pendapatan total rumah tangga pengusaha. Dengan demikian, industri genteng memberikan peranan penting dalam meningkatkan pendapatan.
This research is carried out at Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. The main research is the potential of tile industries traditionally in which they show their activities till today. The research is aimed to for purposes gained, namely (1) ) to know the volume of product and the scope of market area, (2) to know the governmental policy of the tile industries in the research area, (3) to know the prospect of the traditional tile industries for the future and (4) to know the contribution of tile industries within total home income of entrepreneur. Report of the research under the title: Prospek dan Sumbangan Industri Genteng terhadap Ekonomi Rumah Tangga Pengusaha Desa Wukir sari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.(Prospect and Contribulion of the Tile Home Industries, at Wukirsari Village, Imogiri, Bantul, Yogyakarta Special Province) The methods used in the research are survey research. The primary data obtained through interview take to key person by using checklist and 40 respondents from the traditional tile producers by using questioner. The statistic analysis method used is Product moment correlation analysis and Chi quadrate analysis. While analyzing do the traditional tile industries have sufficient demand for accommodating their product, it is made an estimation the amount of demand for future ten years. Analysis used is trend analysis. Tile is one of the house construction component, the secondary data used in this research is the amount of tile demand from users on building houses for five years ago. Estimation is carried out by extrapolating the amount of tile demand with the traditional style for the next ten years (2005-2014). The results of this research is as follows. The hight volume of product (> Rp 645.500,00) has the regional of the scope of market areas, the low volume of product has the local of market areas. The industries training is importance for their future progress. The tile industries producers that participate in training activities have the higher understanding to progress the job then the tile industries producers that have not participate in the training activities. For the ten year future, it can be predicted that the traditional tile home industries like such as the activities done at Wukirsari have large demand for housing need in the whole town at Yogyakarta for shelter building. The high demand is predicted in Gunung Kidul, the middle demand is in Kulon Progo and the low demand is in Sleman , Bantul and Yogyakarta. The description of demand is mapped on Demand Estimation Map for Traditional Tile 2005-2014 Yogyakarta Province. The existence of tile industries have given significant contribution of the total home income for producers so it makes the tile industries as main economical income although the rest of them have another business besides tile industries. The contribution of tile industries within total home income of entrepreneur is 73,28 % to 88,85 %. So, the tile industries have the significant contribution to progress the income.
Kata Kunci : Industri genteng,ekonomi rumahtangga,Imogiri,Bantul,DIY