Pengaruh Pola Asuh Ibu Pada Balita Stunting dengan Pendekatan Time Geography (Studi Kasus Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul)
Intan Azzahra, Dr. Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si.; Dr. RR. Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Si.
2024 | Tesis | S2 Geografi
Stunting merupakan permasalahan global yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan anak dan berpengaruh terhadap kualitas sumberdaya penduduk. Permasalahan gizi dapat menyebabkan berbagai dampak jangka pendek hingga panjang. Kalurahan Bejiharjo merupakan desa dengan jumlah balita stunting tertinggi dan menjadi lokasi khusus stunting di Kabupaten Gunungkidul. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi persepsi stunting dan pengalaman pengasuhan ibu serta menganalisis pengaruh pola asuh ibu terhadap balita stunting menggunakan pendekatan time geography.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif fenomenologis dengan studi kasus di Kalurahan Bejiharjo. Metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan analisis buku harian time geography. Analisis dilakukan dengan pendekatan time geography untuk menganalisis pola asuh ibu terhadap balita stunting usia 6-59 bulan. Teknik analisis kualitatif mencakup reduksi data, data display, kemudian triangulasi sumber dan teknik perolehan data untuk merumuskan kesimpulan.
Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya miskonsepsi di kalangan masyarakat mengenai stunting, sebagian besar mencampurkan konsep stunting dan wasting. Faktor dominan yang menjadi penyebab stunting di Kalurahan Bejiharjo adalah pola asuh ibu yang berisiko, terutama terkait dengan pemberian pola makan yang tidak adekuat. Analisis menggunakan pendekatan time geography mengungkapkan bahwa pola mobilitas ibu dipengaruhi oleh faktor sosial seperti jumlah anak dan aksesibilitas terhadap sumber daya. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan dalam pola aktivitas dan interaksi antara balita normal dan balita stunting. Ibu yang memiliki balita stunting cenderung memiliki waktu yang lebih sedikit untuk mengurus keluarga dibandingkan dengan ibu yang memiliki balita normal. Balita stunting juga cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk aktivitas pasif, seperti menonton televisi dan telepon pintar, dibandingkan dengan aktivitas aktif seperti belajar.
Stunting is a global issue related to children's health and well-being, affecting the quality of human resources. Nutritional problems can cause various short-term and long-term impacts. Bejiharjo Village has the highest number of stunted children and is a special stunting area in Gunungkidul Regency. This study aims to explore perceptions of stunting and maternal caregiving experiences and analyze the influence of maternal caregiving on stunted children using a time geography approach.
This research employs a descriptive phenomenological approach with a case study in Bejiharjo Village. Data collection methods include in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD), and time geography diary analysis. The analysis is conducted using a time geography approach to examine maternal caregiving patterns for stunted children aged 6-59 months. The qualitative analysis techniques include data reduction, data display, and source and technique triangulation to conclude.
The findings of this study reveal misconceptions among the community about stunting, with many confusing the concepts of stunting and wasting. The dominant factor causing stunting in Bejiharjo Village is risky maternal caregiving, particularly related to inadequate feeding practices. Analysis using the time geography approach reveals that maternal mobility patterns are influenced by social factors such as the number of children and accessibility to resources. Additionally, there are significant differences in activity patterns and interactions between normal and stunted children. Mothers with stunted children tend to have less time to care for the family compared to mothers with normal children. Stunted children also tend to spend more time on passive activities like watching television and using smartphones than active activities like learning.
Kata Kunci : stunting, pola asuh, perawatan anak, hubungan ibu-anak