Studi hidrologi untuk pembuatan pola induk pemenuhan kebutuhan air minum penduduk kabupaten Kuningan Jawa Barat
Endang Pristiwati, Drs. Soenarso Simoen
1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANKabupaten Kuningan berada di wilayah Propinsi Jawa Barat sebelah timur Cunung Ciremai. Mempunyai luas wila¬yah 1178,575 km berada pada kondisi geologi Tersier - Kuarter. Di dalam wilayah tersebut terdapat potensi sumberdaya air yang besar namun belum dikelola seluruhnya dengan baik, sehingga banyak sumber yang kurang optimal pemanfaatannya dan terbuang sia-sia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sumberdaya air yang ada di Kabupaten Kuningan, mengetahui kebutuhan air minum penduduk, memberikan al-ternatif pemecahan apabila ternyata kebutuhan air minum dalam satu kecamatan tidak tercukupi dari sumber yang ada dan membuat pola induk pemenuhan kebutuhan air minum. Potensi sumberdaya air meliputi airtanah, air permu-kaan, dan mataair. Debit airtanah bebas dihitung berda¬sarkan rumus Darcy, sehingga diperlukan data karakteris¬tik akuifer, peta kontur alrtanah, dan tebal akuifer. Ka¬rakteristik akuifer diketahui dari data litologi sumur bor dan data kelolosan batuan. Peta Kontur Airtanah di¬buat berdasarkan pengukuran muka airtanah. Tebal akuifer dihitung berdasarkan rata-rata kedalaman muka airtanah dan kedalaman sumur. Potensi mataair diketahui berdasar¬kan pengukuran debit mataair di lapangan. Potensi air permukaan diketahui berdasarkan data sekunder A minimum dari SMEC (1984). Kebutuhan air minum penduduk diketahui dari hasil wawancara dengan penduduk secara 'Area and Stratified Sampling', yaitu berdasarkan perbedaan potensi sumberdaya air dan dikelompokkan menurut matapencaharian secara proporsional. Rerdasarkan wawancara terhadap 123 responden diketa¬hui kebutuhan air minum rata-rata penduduk Kabupaten Kuningan sebesar 75 1/kap/hari. Akhir tahun 1989 Kabupa¬ten Kuningan membutuhkan debit 768,49 1/dt untuk air mi¬num. Kebutuhan air minum tersebut dapat terpenuhi baik dari potensi airtanah bebas yang berdebit 4304,0 1/dt dan dari mataair yang mempunyai debit total 7811,4 1/dt. Air permukaan yang potensial adalah Waduk Darma, S.Cisangga¬rung, dan S. Cijulang. Sampai akhir tahun 2015 untuk pe¬menuhan kebutuhan air minum sebesar 1.117,7 1/dt masih mampu terpenuhi dari potensi sumberdaya air yang ada. Ke¬camatan Subang merupakan kecamatan yang mempunyai sumber¬daya air paling buruk, 7 kecamatan mempunyai potensi sum¬berdaya air sedang dan 9 lainnya mempunyai potensi sum¬berdaya air baik. Sumber alternatif yang paling memberikan harapan adalah mataair. Kecamatan yang menggunakan sumber mataair ini adalah Kecamatan-kecamatan Darma, Kadugede, Kuningan, Kramatmulya, Cilimus, Mandirancan, dan Cibingbin yang berada di daerah lereng vulkanik dan antarpegunungan, dan Cidahu, Ciawigebang, Garawangi serta Lebakwangi yang me-rupakan kecamatan dengan prioritas utama adanya penye-diaan air bersih baik yang dikelola oleh desa setempat atau oleh PDAM, Hanya Kecamatan Subang, Selajambe, Lura¬gung, dan Ciwaru yang diberikan alternatif air sungai, akan tetapi penggunaan air permukaan ini dikombinasikan dengan penggunaan airtanah, sedangkan kecamatan yang menggunakan kombinasi airtanah dan mataair adalah Kecama¬tan Ciniru yang berada pada daerah perbukitan berformasi geologi tunggal.
-
Kata Kunci : Kebutuhan air minum,Kuningan,Jawa Barat