Pengaruh Infus Tongkol Jagung (Zea mays L.) Muda Terhadap Daya Larut Batu Ginjal Kalsium Secara In Vitro
Sukensri Hardianto, DR. Ediati, S. Apt.; DR. Sasmito, Apt.
1989 | Skripsi | S1 FARMASITelah dilakukan penelitian untuk mempelajari daya larut batu ginjal kalsium dalam infus tongkol jagung (Zea mays, L) muda secara in vitro. Tujuannya adalah untuk me ngetahui kadar infus yang tepat untuk melarutkan batu ginjal kalsium. Batu ginjal yang didapat secara operasi, dianalisis secara kualitatif dengan spektrofotometer infra merah. Ha sil spektra yang diperoleh dibandingkan dengan standar. Dibuat infus dengan kadar 0,5 %; 1,0%; 2,5 %; 5,0 % ; 7,5 %; 10,0%. Daya larut dihitung dengan mengukur kalsium yang larut menggunakan spektrometer serapan atom. Ditetapkan pula kandungan kalium dengan spektrometer serapan atom. Hasil penetapan kadar kalsium yang larut dalam infus adalah sebagai berikut: infus 0,5 %: 17,932,945ppm dengan standar deviasi 2,806 ppm; infus 1,0 %: 25,65 +5,631 ppm dengan standar deviasi 4,536 ppm; infus 2,5 %: 24,59 ± 3,469 ppm dengan standar deviasi 2,795 ppm; infus 5,0% : 92,70 15,098 ppm dengan standar deviasi 12,814 ppm; in- fus 7,5 %: 54,70 13,048 ppm dengan standar deviasi10,511 ppm; infus 10,0% 46,99 6,404 ppm dengan standar deviasi 6,101 ppm. Hasil penetapan kandungan kalium dalam infus adalah sebagai berikut: infus 0,5% 12,115,366 ppm dengan stan dar deviasi 5,110 ppm; infus 1,0 % 37,263,900 ppm dengan standar deviasi 3,375 ppm; infus 2,5 % 44,01 3,025 ppm dengan standar deviasi 2,882 ppm; infus 5,0% 270,06 + 8,043 ppm dengan standar deviasi 7,665 ppm; infus 7,5 % 769,04 17,517 ppm dengan standar deviasi 16,689 ppm; infus 10,0% 804,81 17,575 ppm dengan standar deviasi 16,745 ppm. Dengan analisis varian satu jalan, diketahui bahwa terdapat perbedaan variansi kadar kalsium yang nyata (Fu ji 72,67 F-tabel 2,59. DB: 5.26; P: 0,05). Hasil uji-t setelah analisis varian (uji-Sche effe) menunjukan bahwa an tara infus 0,5% dengan infus 1,0%; infus 0,5% dengan 2,5% infus 1,0% dengan 2,5% dan infus 7,5% dengan 10,0% tidak terdapat perbedaan mean yang nyata. Dengan analisis varian satu jalan, diketahui terdapat perbedaan variansi kadar kalium yang nyata (F-uji 7458,8F-tabel 2,53. DB: 5.30; P: 0,05). Hasil uji-t se telah analisis varian (uji-Sche effe) menunjukan bahwa anta ra infus 1,0% dengan infus 2,5% tidak terdapat perbedaan mean yang nyata. Batu ginjal kalsium mempunyai daya larut paling besar dalam infus tongkol jagung muda dengan kadar 5,0%. Pa da kadar infus yang lebih tinggi daya larutnya menglami penurunan.
Kata Kunci : Daya Larut, Tongkol, Jagung,